Wednesday, April 14, 2010

Stimulasi dini pada bayi dan balita

Baca dari facebook teman, ada artikel bagus niy dari blognya seorang dokter..numpang copas ya k blog saya...biar bisa baca kapan aja..hehehe..

Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita
Untuk Mengembangkan Kecerdasan Multipel dan Kreativitas Anak


Apa yang dimaksud dengan kecerdasan multipel ?

Kecerdasan multipel (multiple inteligensia) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan), logical–mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi), bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).


Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas kecerdasan ?

Kecerdasan multipel dipengaruhi 2 faktor utama yang saling terkait yaitu faktor keturunan (bawaan, genetik) dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus.

Orangtua yang cerdas anaknya cenderung akan cerdas pula jika faktor lingkungan mendukung pengembangan kecerdasaannnya sejak didalam kandungan, masa bayi dan balita. Walaupun kedua orangtuanya cerdas tetapi jika lingkungannya tidak menyediakan kebutuhan pokok untuk pengembangan kecerdasannya, maka potensi kecerdasan anak tidak akan berkembang optimal. Sedangkan orangtua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi (belum tentu mereka tidak cerdas, mungkin karena tidak ada kesempatan atau hambatan ekonomi) anaknya bisa cerdas jika dicukupi kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan sejak di dalam kandungan sampai usia sekolah dan remaja.

Apa kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan ?

Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain adalah kebutuhan FISIK-BIOLOGIS (terutama untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik dan motorik), EMOSI-KASIH SAYANG (mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal) dan STIMULASI DINI (merangsang kecerdasan-kecerdasan lain).

Kebutuhan FISIK-BIOLOGIS terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan, dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan EMOSI-KASIH SAYANG : terutama dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang. Kebutuhan STIMULASI meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua system sensorik dan motorik.

Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin didalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, gizinya kurang, sering sakit, maka perkembangan otaknya tidak optimal. Bila kebutuhan emosi dan kasih sayang tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga kurang bervariasi.

Apa itu STIMULASI DINI ? Apa manfaatnya ?

Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan multipel) yaitu kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (lingusitik), kecerdasan musikal, gerak (kinestetik), visuo-spasial, senirupa dll.

Cara melakukan stimulasi dini

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.

Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

Umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Umur 6 – 9 bulan ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.

Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 – 18 bulan ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 – 24 bulan ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 – 3 tahun ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.

Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Pentingnya suasana ketika stimulasi

Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi-balita, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu).

Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan bayi/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.

Pentingnya pola pengasuhan yang demokratik (otoritatif)

Oleh karena itu interaksi antara pengasuh dan bayi atau balita harus dilakukan dalam suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif). Yaitu pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, artinya memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.

Mengapa stimulasi dini bisa merangsang kecerdasan multipel ?

Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3 – 4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3 – 4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antar sel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut.

Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari, bila dikembangkan terus menerus, sehingga anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple inteligensia).

Bagaimana cara merangsang kecerdasan multipel ?

Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal ajaklah bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll.

Latih kecerdasan logika-matematik dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dll.

Kembangkan kecerdasan visual-spatial dengan mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, rumah-rumahan, permainan komputer dll.

Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari, olahraga permainan dll.

Merangsang kecerdasan musikal dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.

Melatih kecerdasan emosi inter-personal dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku, TV dll.

Melatih kecerdasan emosi intra-personal dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll.

Merangsang kecerdasan naturalis dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, bintang dll.

Bila anak mempunyai potensi bawaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan yang multipel.

Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak ?

Kreativitas dibutuhkan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas harus dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa sikap orangtua yang otoriter (diktator) terhadap anak akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas.

Bagaimana peran orangtua utk mengembangkan kreativitas anak ?

Kreativitas anak akan berkembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif (demokratik), yaitu : mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak untuk berani mengungkapkannya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan pada anak bahwa pendapat orangtua paling benar, atau melecehkan pendapat anak

Orangtua harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan, melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri (asalkan tidak membahayakan atau merugikan oranglain atau diri sendiri). Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Oleh karena itu tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berpikir, jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu.

Selain itu orangtua harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesuatu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.

Keluarga harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian disekeliling kita, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus menjawab dengan cara menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berpikir lebih dalam, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka menggambar sepeda dengan roda segi empat, langit berwarna merah, daun berwarna biru. Jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi anak. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan atau pujian untuk mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan yang penting untuk kreativitas anak yaitu: berfikir divergen (meluas), intuitif (berdasarkan intuisi), abstrak, bebas, simultan.

oleh : Soedjatmiko – IDAI
Source ; http://dr-anak.com/stimulasi-dini-pada-bayi-dan-balita.html

Thursday, April 08, 2010

Sleep well along the night is an expensive thing for me

Kalau ada teman yang sedang mengandung, pasti aku akan selalu berpesan untuk menikmati masa2 hamilnya ini terutama waktu tidurnya yang masih banyak..
bukan apa2, pasti tau lah...menjadi ibu baru pasti waktu tidur akan sangat berkurang krn adanya anggota baru, si baby mungil yang dinanti2kan..
Meski bahagia dengan kehadiran si kecil yang sehat, namun nga jarang banyak ibu yang mengalami baby blues, akibat kondisi yang lemah setelah melahirkan, kurang tidur, emosi yg g stabil, dll..kalo nga segera ditanggulangi bisa gawat tuh..kasian ibu dan babynya..

Alhamdulilah aku nga ngerasain yg namanya baby blues..cuma berasa banget capenya..keisha pada saat bayi sering sekali bangun malam..bahkan dia pernah melek nga tidur2 dari jam 7 malam - subuh....cape?? banged!!! untungnya waktu itu aku msh dalam masa cuti melahirkan dan msh tinggal sama ortu..jadi bisa gantian..
frekuensi keisha bangun di malam hari sambil nangis jerit2 itu lumayan sering, makanya aku sempet tanyain hal ini ke dokter. Dokter pertama bilang kalo hal itu wajar buat bayi yang baru lahir. teorinya kondisi itu akan berkurang dengan sendirinya ketika dia mulai besar. Begitu juga menurut dokter anak kedua dan ketiga. Sampai pada akhirnya ketemu dokter spesialis anak khusus alergi (wkt itu periksa k dokter ini krn aku curiga bb kei nga naik2)
DSA. ini namanya Dr.Widodo dan praktek di Rs.Bunda..setelah kei diperiksa, dia langsung sebutin gejala2nya dan ternyata sesuai banget sama kondisi kei selama ini..akhirnya didiagnosalah klo pencernaan kei sangat sensitif. itu yang bikin kei suka nangis jerit2 klo malam..diduga perutnya melilit akibat susu/makanan yg diasupnya. Sepulang dari rs kita langsung ngeganti susu kei jd Vitalac BL sesuai anjuran Dr.Widodo dan sgt concern sama makanan kei.

Well, kei udah nga jerit2 lagi siy skrg..nga sesering dulu..tapi dia masih sering bangun malam..nga cuma sekali dua kali kei bangun2 pas malam..almost every night until now...padahal kata orang2 dan dokter (bahkan), setelah setahun frekuensi anak bangun malam akan berkurang dan bahkan hilang sama sekali.
tapi kyanya hal itu g berlaku di keisha..bisa diitung dgn jari kapan kei bisa tidur anteng sepanjang malam..
bahkan kemarin malam aja, hampir setengah jam sekali dia bangun dan ngerengek2..entah kenapa. karena susu nga mau, panas? kan pake ac, kedinginan? digedein kok acnya, trus sakit perut? perasaan makanannya seperti biasa kok nga ada yg baru. teryata kei mau dielus2 punggungnya..dan bakalan bersuara lagi klo elusannya berhenti...Aduh...Biyungg..!!!! kapan tidurnya ini aku???!!
Alhasil besok nya kepala senut2 karena kurang tidur..hikhik..

Tuesday, April 06, 2010

Tragedi di lift

Hari ini seperti biasa dibangunkan oleh alarm alami; tangisan my baby keisha...
nyuci botol, nyapu n ngepel, masak (bikin daging balado untuk papanya dan sop salmon toman buat kei)..ternyata kei nga suka .. :(
padahal kalo kucobain enak loh..tapi sepertinya emang kei nga suka sama ikan2 yg agak amis gitu...biasanya sih kalo di jakarta aku gorengin ikan lele or belut..kalo yg itu sih dia lahap tapi klo di sini belum pernah kukasih lagi..hbs disini lelenya gede2 banget..serem ngeliatnya

well..hbs bobo siang dan makan siang dengan menu seadanya; makaroni siram keju..(krn sop salmonnya sukses ditolak)..kali ini kita m jalan2 liat calon sekolahnya kei lagi..yakni ke Cherie Heart's
ini udah survey kedua kalinya. sebelumnya kei udah kesini dan terlihat enjoy..tempatnya dirumah, ada playgroundnya luas, guru2nya friendly dan suka anak2, no math(i mean,,bukan tambahan dan pengurangan), more sociality and interaction.just like what i want for my baby..
kunjungan kedua kalinya memang mau ambil schedule daily activity and menu..sekalian keisha juga bermain dengan temen2 dan mainan disana..seru sekali..keliatan bgt dia enjoy dan sudah siap untuk sekolah..
krn udah sore kita bergegas pulang..kei aku bonceng naik sepeda..sampe di kondo kta lgsng menuju hall..n naik lift...nah disinilah tragedi itu dimulai...
....
di lt. 9 ketika keluar lift, aku ngeluarin sepedanya duluan krn sepeda itu yg ngalangin jalan sambil ajak kei ngikutin aku keluar lift (kei kuturunin dr boncengan sepeda biar ga berat). eh ternyata keisha nga langsung ngikutin aku, di dalam lift dia emang sempet ngambek sih minta gendong nga kukasih..habis tanganku kan megangin sepeda.
ya sudah ketika aku keluar, kei msh didalam lift..dan tiba2 liftnya lgsung menutup.aku panik dan lgsng pencet tombol open..dan nga berhasil! liftnya langsung menuju lt 10.
dr luar aku bisa denger tangisan keisha yg makin kencang! panik, aku pencet2 trus itu tombol lift.akhirnya turun juga dan ternyata kei udah nga ada. sepertinya dia udah keluar di lt.10 tadi. tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke lift, sepeda aku tinggal aja. aku lupa kalo lift itu diprogram untuk selalu turun dulu, br kita bisa kelantai atas..alhasil aku mesti ke lt 1 dlu br bisa naik k lt.10..sementara tangisan kei belum berhenti dan kedengeran smp lantai 1.
lift terasa berjalan lambat..aku panik dan kepikiran macem2..takut kei diculik,kejebak di lift, takut kei jatuh-tp lgsg teringat klo lantai di kondo ini cukup aman untuk anak2-, duh..duh,,,beribu macam perasaan deh..
akhirnya sampai juga lift di lt.10..begitu kebuka aku lgsung keluar dan melihat keisha yang ternyata sudah digendong oleh seorang ibu india. tangisannya kei juga udah berhenti. dia terlihat sangat sedih dan takut..ugh..jadi sangat merasa bersalah dan pengen nangis..
aku buru2 meluk keisha,,say sorry..and say thankyou to that maam..and explain what was happen..dia siy ngerti..dia jg bilang klo lift itu cepet bgt nutupnya..ternyata ibu india itu rumahnya disebelah lift dan dia dan anak2nya keluar rumah krn denger tangisan kei yg stereo itu..
setelah mengucapkan thankyou berulang2 ke ibu itu, aku gendong kei pulang k rumah. di koridor lift lt.9 aku telpon papanya kei untuk ngejemput, maksudnya sih untuk bawain sepeda cos aku lg gendong kei.kebetulan belio emang udah pulang kantor dr tadi dan udah ada dirumah.
sepanjang itu kei tetep dlm gendonganku, kupeluk erat. sementara dia msh terlihat shock..
maafkan mama ya kei sayang..mama ga akan bersikap seceroboh itu lagi.. I love you honey..