Monday, January 30, 2012

Membenahi Rencana Keuangan Keluarga

Salah satu resolusi kami di tahun naga ini adalah memperbaiki financial planning keluarga kecil kami.

Dari awal menikah kami memang sudah sepakat untuk menyisihkan sekitar 30-40% dari penghasilan kita untuk ditabung. Kita suka belanja (siapa sih yang nga?) tapi kita lebih senang ngeliat rekening tabungan kita gendut. Kita ga punya credit card karena ngerasa belum perlu dan ga suka dengan konsep berhutang. Kita sendiri nga ngerasa terancam klo lingkungan kita punya life style yang tinggi, gadget terbaru, berlian 20 karat atau gonta ganti tas ribuan dolar. Kita beli karena ngerasa perlu dan emang ada bujetnya tanpa harus ngerusak cash flow bulanan. Anyway, i think a woman deserves to have at least one luxurious branded bag.��

Kita pikir persiapan keuangan kita udah aman sebagai persiapan masa depan kita. Tapi.. Ternyata oh ternyata setelah berguru di blog2 mommies yg pinter2, apalagi setelah mengunjungi blognya ligwina si pakar financial planner berasa di slap bolak balik deh. Rasanya kita malah belum punya persiapan apa2 buat masa depan keluarga kecil kita.

Kenapa? Karena meskipun kita rutin nabung tiap bulannya dengan prosentasi cukup gede tetap ga cukup. Duit tabungan akan kegerus oleh inflasi, sementara duit kita di bank pun ga akan berkembang. Kalau untuk pengeluaran jangka pendek masih bisa tercapai dengan simpanan di bank, tapi klo untuk jangka panjang, nilai uang tabungan kita akan kalah dengan inflasi yang kalau di indo bisa naik sekitar 10-20% pertahunnya. Apalagi selama ini kita nabung di dua rekening mata uang asing yang interest ratenya kecil banget, malah ga berasa sama sekali perkembangannya.

Setelah survey mendalam di dunia maya, thanks to internet, thanks to ibuk2 yang share rencana keuangan keluarga kecilnya..Awal tahun ini kita benahin rencana keuangan kita dan mas sengaja nyempetin ke jakarta beberapa hari untuk ngurusin hal2 berikut ini;

1. Dana Pendidikan Keisha.
Waktu keisha baru sebulan lahir kita ditawarin bikin asuransi pendidikan buat keisha sama seorang marketing asuransi di bank tempat mamaku jd nasabahnya selama puluhan tahun. Karena masih buta soal ini, jadi manggut aja ketika orang marketingnya nawarin Asuransi Pendidikan anak dari A**ian* dengan premi sekian, nilai investasi sekian. We thought kita sudah prepare enough untuk uang kuliah Keisha dengan menyiapkannya lewat asuransi pendidikan. Belakangan akhir tahun kemarin baru tau kalo asuransi pendidikan itulah yang disebut UNIT LINK yang sangat tidak dianjurkan oleh para finplan karena nilai investasinya yang tidak maksimal. Jadi kalo kita tujuannya untuk uang pangkal kuliah si anak ga akan tertutupi, dengan asumsi kenaikan dana pendidikan anak 15-20% pertahun.
*baca blognya ligwina aja ya mengenai pembahasan mendalam soal unit link+dana pendidikan anak. dijamin pink sun*

Nah..Mas kemarin sekalian ketemu sama orang asuransinya untuk penjelasan lebih lanjut. *kali ini udah lebih paham* Tapi unit linknya belum kita tutup, selain karena kita belum sempet untuk nyari alternatif jenis investasi danpend lain, juga karena potongan adminnya banyak banget kalo ditutup kurang dari 5 tahun. yang ada malah belum balik modal investasi. Deym yu Unit Link.
Insya Allah kalau bisa nyempetin ke Indo lagi untuk buka Reksadana saham buat alokasi dana pendidikan (kuliah) keisha dan 2 tahun lagi nutup Unitlink ini. Menurut analisa finplan, memang lebih berisiko tapi returnnya juga gede banget bisa ngejar inflasi di Indo yang naik terus bak mendaki mount everest.

2. Dana darurat
Menurut Ligwina dan Aidil Akbar dana darurat dipersiapkan untuk membiayai hal2 diluar pengeluaran rutin bulanan. Bisa juga digunakan bila tidak ada pemasukan karena berhenti kerja. Sebaiknya berupa liquid yang bisa diambil sewaktu2. Kalau untuk yang single sebaiknya dadur sebesar 6x pengeluaran, sementara untuk yang berkeluarga min 9x pengeluaran perbulannya yang disimpan dalam bentuk 1x tabungan, 3x deposito, 2x reksadana pasar uang, 2x reksadana campuran, 1x logam mulia.
Selama ini karena nga ngerti kita cuma nyimpen semuanya di bawah kasur rekening dolar. Karena kawatirnya ntar kecampur2 sama kebutuhan mendadak (read: sale akhir tahun) jadi mulai dirapihkan sesuai dengan saran dari finplan, dengan komposisi sbb karena belum punya reksadana : 5x tabungan USD, 3x deposito, dan 1x logam mulia.
*mudah2an kurs dollar menguat terus Ya Allah. Amin Ya Rabbal Alamin*
 

3. Asuransi jiwa
Udah lama kepikiran untuk nyiapin asji buat kita. Tujuan asji sebenarnya kan untuk memproteksi resiko yang terjadi pada pencari nafkah, sehingga bila kita ga ada akan ada Uang Pertanggungan sebagai bekal Keisha sampai dia dewasa *knock the wood*. Tentu saja kita pengennya bisa ngeliat anak2 kita dewasa, mengantarkannya sampai nikah. Tapi kalau ternyata nasib berkata lain? masa iya kita mesti membebankan biaya hidup anak kita ke saudara atau orang tua kita lagi? Pastinya kita juga pengen anak kita bisa mendapatkan hidup yang baik serta pendidikan yang layak kan? sekali lagi...in case anything happen to us, which we do not expect.
Tapi masih bingung pilih asji dimana, apalgi dengan keterbatasan kita untuk nyari2 asji yang bagus jadi selama ini cuma wacana aja. Untungnya pas ngebaca blog emak Ira yang ngebahas soal asji lebih mendalam aku bahkan dapat info agen matahari hidup yang asik banget.
Alhamdulillah prosesnya lumayan cepet, dan mba Vien juga ngasih infonya fair banget. Kita ambil yang pertangungannya 20 tahun (dengan asumsi keisha udah dewasa). Awal Januari kemarin mas ketemuan trus sign form aplikasi, kemarin polisnya udah nyampe ke rumah.Aku belum bikin karena belum sempet ke Indo..tapi ntar diliat lagi deh perlu atau nga-nya aku bikin.
Alhamdulillah satu pe-er udah selesai.

4. Tabungan haji.
Insya Allah kita mo niatin untuk yang menunaikan kewajiban yang satu ini sama2. Setelah survey, insya Allah mantap kita nabung di Tabungan haji BSM. Kenapa ya alasannya? ehm..karena biar sekalian aja satu rekening untuk transfer ke asji. Puyeng juga klo kebanyakan bank, susah ngapalin no rek dan (tentu saja) no pin atmnya. Oiya, di BSM tabungan hajinya juga bisa ditutup dan diambil full kalo sewaktu2 kita berubah pikiran mo ambil kuota di singahbor ajah. Soalnya kalo dibandingin di indo lebih banyak kuotanya disini, tapi kita tetep mo nabungnya di indo saja untuk mempersiapkan bekal lahir dan batin.

Yang masih jadi pe-er;
1. Dana pensiun
Ini sih masih jadi pe-er banget. Soalnya kita bukan pegawai PNS yang bakalan dapat uang pensiun. Kita juga belon pi-ar disini yang gajinya disisihkan buat CPF. Sementara kita maunya menikmati hari tua dengan beribadah, berkebun, dan keliling dunia. *amin* Ga mau kan harus nadah ke anak minta uang bulanan tiap bulan.Duh ya Allah mudah2an kita tuanya ga ngerepotin anak. Amin..
oiya, dapend sebaiknya bukan dari sekian persen gaji yang dimasukin ke tabungan trus diendapkan bertahun2. Nope..Tettoottt!!
Kecuali gaji kalian 1M/bulan, cukup kali ya buat tabungan di hari tua tinggal kipas2 duit aja.
Eniwei.. Menurut finplan sih untuk dapen ini cocoknya dimasukin ke Reksadana saham karena jangka waktu investasinya yang lama (>15th) dan return terbesar.
Klo mo simpen dalam bentuk properti sih bagus juga. Terserah dananya masing2 kali ya lebih siap masukin ke jenis investasi apa.

2. Investasi
Investasi yang kumaksud disini tujuannya diluar untuk menutupi kebutuhan2 finansial yang disarankan oleh para finplan. Daripada masukin tabungan saja dan mengharap interest yang ga sampai 5% mendingan dananya bisa buat investasi, misal produk investasi : deposito, logam mulia, reksadana, saham, obligasi, mata uang asing, atau juga bisa merupakan tambahan income misalnya : properti (apartemen/rumah) yang disewakan bisa dapat masukan perbulan.
Sekarang sih yang mungkin mau nyoba reksadana, beli LM lagi, dan (kalo memungkinkan) properti. Insya Allah, pelan2 dulu ngumpulin duitnya.

3. Dana kesehatan keluarga
Masih pe-er juga buat kita untuk nyiapin dana khusus untuk kesehatan orangtua/saudara kita, semisal dibutuhkan sewaktu2. Tapi mudah2an sih nga but who knows?

Kenapa kita bikinnya di indonesia? Karena kita masih belum memutuskan kita mo menetap dimana (untuk membesarkan anak kita) jadi in case suatu saat kita back to indo for good, ga repot harus mindah2in aset. Jiahh.. Serasa punya aset jutaan dollar.
Sebenarnya ada sih bentuk investasi semacam reksadana itu di sini, cuman ga ngerti ah. Untuk memahami reksadana di indo aja gw butuh waktu setahun baru bisa mudeng, apalagi disini sistemnya beda pake engglis pula.

Btw ya.. Gw pernah iseng2 nanya sama temen2 gw yang singaporean soal investasi. Mereka malah bingung, investasi apaan? Buat apa?
Beda banget sama di indo yang orang2nya sudah sangat melek untuk berinvestasi. Asumsi gw sih, mungkin kalo disini perekonomiannya sudah stabil dan kenaikan inflasi yang ga semenggila di indo, mereka punya cpf untuk dana pensiun mereka, medisave yang mencover kesehatan mereka, pendidikan yang merata dan terjangkau untuk semua. Bandingkan dengan di indo biaya pendidikan aja bisa naik up to 20% pertahunnya belum lagi harga sembako di indo yang kaya roller coaster. Ga heran banyak orang di jakarta sekarang haus banget berinvestasi ya di reksadana, logam mulia, dinar, atau properti kaya apartemen or rumah kontrakan. tck..tck..tck..Kagum deh sama perencanaan matang mereka.

Duwh..banyak ya yang mesti disiapin..Nabung lagi yok!! Kalau begini jadi mikir2 lagi deh punya anak kedua... uppss..

No comments:

Post a Comment