Tuesday, February 28, 2012

Like a Snowball Effect

Astagaahhh! Apa kabarnya blog ini? *tiupin debu &sarang laba2*

Udah 3 minggu belakangan ini bener2 ga sempet buat nulis apa2. Kerjaan lagi banyak banget..nget..nget.. sampai2 waktu maksi pun seringnya lunch in.  Akibat isue2 yang digembor2kan oleh pihak2 tertentu yang pengen ngejatuhin tempat gw bekerja, P*tr*l.
Luar biasa deh efek bola saljunya padahal awalnya cuman dari selintasan kalimat yang dicetuskan seseorang di salah satu acara debat tentang pasokan energi di endonesah di salah satu stasiun tv milik pemimpin partai tertentu. Orang itu mempertanyakan dan mencurigai adanya korupsi di pengadaan minyak mentah yang melalui P*tr*l.

Kantor gw kan perusahaan trading yang merupakan anak perusahaan milik negara di Indo. Untuk memenuhi kebutuhan minyak di Indo, selama ini kita yang mengupayakan pengadaan minyak impor ataupun ekspor ke/dari Indo melalui tender terbuka, untuk menghindari kemungkinan adanya intervensi dari pihak tertentu demi keuntungan suatu pihak.
Tapi..akibat dari sekilas kabar burung tersebut, langsung deh habis itu bergulir efeknya macam bola salju semuanya kena imbasnya. Apalgi ketika salah satu menteri punya ide untuk nutup kantor ini karena dicurigai ada tindak korupsi.. (Pak..klo boleh saran, sebelum ngomong mbok ya kumpulin data2 dulu. Jangan ngomongnya kaya petasan banting kan kita2 yang kena percikannya. Sakit loh..)

Awalny babeh2 gw cuma senyum2 aja ketika ada isu tuduhan2 tendensius begini. Toch kita ga melakukan hal yang dituduhkan kok. Tender2 yang dilakukan transparan dan jauh dari praktik korupsi dan itu benar adanya. Tapi semakin lama beritanya ga berimbang dan semakin menyudutkan P*tr*l. Apalagi sampai isu kantor ini mesti ditutup.  Jadi minggu lalu humas P*rt*m*na mengajak beberapa wartawan dari berbagai media untuk melihat langsung tender yang akan diadakan disini.


Singkat cerita ketika mereka datang dan melihat langsung tendernya, terbukti memang ga mungkin jika ada praktik mafia terjadi atau apapun seperti yang sebelumnya dituduhkan. Para wartawan juga pintar2 kok bisa melihat mana yang benar dan seperti itulah yang mereka tuliskan di koran mereka.

Tapi, memang susah sih kalo politik dan uang sudah bermain. Apalagi sudah mendekati isu pemilu. Tekanan untuk pembubaran perusahaan ini masih berlanjut. Iya.. ditutup, dan nantinya pihak yang menuntut penutupan kantor ini akan membuat perusahaan pengganti yang menjalankan peran yang sama. Hanya saja nanti tidak berada lagi di bawah P*rt*m*na. Pastinya banyaklah ya yang menginginkan memegang kendali di perusahaan trading seperti ini, apalagi ini menyangkut jutaan dolar yang mungkin bisa masuk ke kantong orang tertentu.

Dan terima kasih loh KaPeKa bikin saya ga bisa ngeliat matahari selama dua hari ini (ralat : seminggu terakhir dan entah sampai kapan), karena sibuk nyiapin dokumen setahun kemarin. Mudah2an sih dirimu bisa melihat kebenarannya. Pedih aja dituduh korupsi, padahal terima duitnya juga ga tapi nama jadi jelek. Bukan gw sih emang. Gw mah bukan sapa2 kok.. cuma pegawai biasa. Tapi kan ga enak aja ketika tempatlu bekerja dituduh hal yang jelek. Apalagi ketika buntutnya penutupan alias likuidasi! Huhuhu!!
Putus kerja = Ga terima gaji. Bagaimana ini dengan bill2 kami? bagaimana ini bayar sekolah anak yang naik 20 persen tiap tahun? Bagaimana ini cicilan rumah kami yang baru habis 30 tahun kemudian? Hahahaha!!

Insya Allah pasti ada jalan keluar ya. Jika satu pintu tertutup Allah pasti akan membuka jendela lain.Gw pun berharap yang terbaik untuk kantor ini, semoga badai segera berlalu - ga enak euy kerja tapi deg2an begini dan semoga yang terburuk tidak terjadi. I WISH.

1 comment:

  1. yah namanya juga tempat mencari sesuap nasi, mak. Ada sesuatu yg mengkhawatirkan dikit, pasti lsg bikin kita deg2an yah.

    Smoga gak terjadi hal2 yg ditakutkan ya, mak *knocking on the wood 3x*

    ReplyDelete