Sunday, July 01, 2012

Winter in Aussie - Part 1 : Gold Coast - Surfers Paradise

Penerbangan menuju Gold Coast dengan pesawat eresia ternyata tidak sehoror yang dibayangkan. Karena sebelumnya sudah booking seat jadi dapat tempat yang enak. Bangkunya lebih nyaman dan ruang kaki sedikit lega dibanding pesawat sg-jkt. Pesawat ini tapi tidak dilengkapi dengan inflight entertainment, dan juga tidak disediakan bantal maupun selimut. Meski bisa dibeli di pesawat tapi mendingan bawa dari rumah. Beberapa bahkan ada yang bawa bantal tidurnya loh.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari KLCC akhirnya kami sampai juga di bandara Coolangatta Gold Coast yang ternyata....  kecil. 
Imigrasinya cepet dan ga ribet. Asalkan kita ngisi form kedatangan dan declare barang2 tertentu yang seandainya kita bawa. kemarin aku declare bawa obat2an, susu dan biskuitnya keisha, yang sebenarnya itu dilarang, tapi ternyata malah boleh terus aja. Sementara banyak yg ga declare malah kopernya2 suruh discan dulu. hemmf..tau gitu aye sekalian bawa rendang, ayam goreng sama susu uht dua liter ya. Soalnya di osie ternyata susu mahal! Masa seliter harganya $4.5?! Cih!

Keluar bandara langsung disambut sama dinginnya udara winter. hiuukk..mari kencangkan jaket. Kita pilih naik taksi menuju apartemen kita di Surfers Paradise. Farenya $60. Review tentang apartemennya terpisah ya nanti. 
Pada saat hari masih cerah. View depan apt
Sekarang mo cerita dulu tentang Surfers Paradise, the most happening place in Gold Coast.  Surfers Paradise itu kaya Kutanya Bali. Dengan jalan yang lebar2, pertokoan dan restoran disebelah kiri kanan jalan. 







Di balik deretan pertokoan tersebut ada pantai berpasir putih tak berujung dengan ombak dari samudra pasifik. Cantik banget. Pasirnya lembut banget, yang terhalus yang pernah kuliat dan dingin. Ga ada karang sama sekali di pantai tersebut hanya ada ratusan sea gull yang cuek aja dideketin. Keisha seneng banget malah ngejar2 seagull itu, padahal airnya dingin banget. 




Setiap pagi dan sore ada aja orang yang lari disepanjang pantai tak berujung ini. Meski lagi hujan pun merek tetap semangat lari dengan celana training panjang dan jaket. Mungkin mereka juga persiapan marathon yang akan diadakan tanggal 1 juli ini di Gold Coast ya.

iya, gw berkaos kaki ke pantai. dingin banget cing!



Biasanya setiap rabu malam dan jumat malam ada Night Market di sepanjang surfers paradise. Kita udah niat banget pengen ngeliat siapa tau ada yang menarik, sayangnya rabu malam itu hujan dari seharian dan ternyata dicancel. kuciwa saiah.. :(

Selain night market ini sebenarnya ada lagi farm market yang lebih besar, namanya Carrara Market yang diadakan setiap weekend. Disini lebih beragam lagi barang2nya, ada hasil kebun, kerajinan tangan, pecah belah, sampai suvenir aussie. untuk anak2 pun ada pony riding, face painting, dan mery-go-round. Lokasinya agak jauh dari Surfers Paradise, tapi ada shuttle bus di beberapa spot surfers paradise. Dan..lagi2 kita ga bisa kesini karena ga sesuai waktunya. :(

Malam itu kita cuma makan pizza n fish & chips take away makan di hotel ajah dari salah satu bar restoran. Rata2 harga makanannya sekitar $13/porsi. Di hari ketiga disana saya sempat sakaw nasi (iyak, endonesah banget ya klo ga makan nasi), jadinya saya ngotot nyari restoran Malaysia, yang ada beberapa disepanjang jalan Surfers Paradise.

Restoran Malaysia pertama yang saya coba namanya Mantra Malaysian Seafood Restaurant. Letaknya di depan hotel Mantra Legend. Pas masuk sih ada plang halal, jadi kita pede aja masuk. Didalamnya ternyata udah ada beberapa orang indonesia yang kayanya dari rombongan tur deh dan pemiliknya pun lancar berbahasa indonesia.

Disana kita cuman pesen udang goreng tepung dan tom yam aneh, yang rasanya kaya sayur asem. Tapi enak sih, dan pas emang lagi pengen yg anget2 setelah seharian berhujan2an. Harganya lumayan mahal dibandingkan dengan restoran lain, dan pelayannya jutek. Mungkin karena diliatnya kita pesen menu cuma sedikit ya, ga kaya tamu lain yang pesen beragam menu. Yaa mo gemana, sini kan kapasitas perutnya emang kecil gitu loh. *umpetin tas pinggang*

Owiyah di sebelah restoran itu ada toko suvenir khas Aussie yang murah2. *ini apa sik, belum2 udah ngomongin oleh2*.
Senengnya lagi pemiliknya orang malaysia, jadi kita dikasih harga khusus. Ihiy.. asik banget! Nama tokonya Suvenir Golden Legend. Kalau aku liat, toko ini yang paling bagus ngasih harga diantara toko suvenir lainnya yang banyak banget di Gold Coast. Owiyah, sama satu lagi toko suvenir sebelah cotton on, harganya juga murah, dan ngejual beberapa barang yang berbeda dari Golden Legend.

Surfers Paradise itu sendiri sebenarnya enak dinikmati sambil berjalan kaki. *bila cuaca cerah*. Banyak yang bisa diliat, ada bar, putt-putt (golf untuk keluarga), Aquaduck tour yang mirip duck tour singapore. Mall terbesarnya ada dua, Cavill Mall yang di Surfers Paradise dan Pacific Fair.

Buat yang suka sama tantangan skeri atau memacu adrenalin bisa ke Wax house, Bungy Trampolines, Dracula Haunted House, atau Ripley's Believe it or Not.

Nah segini aja udah banyak banget kan atraksinya. Ini belum termasuk 3 main attraction, 2 water attraction, dan 3 animal parks. Dilema banget gw berhari2 nyusun itinerary liburan, pengen ke semua tempat sementara waktunya terbatas. >_<

Ditambah lagi selama kita disana hujan 3 hari berturut2, jadi beberapa rencana gagal dan bahkan kita ga banyak menikmati pantainya. Herannya meskipun bisa dibilang hujan badai, banyak yg masih surfing loh. Mungkin sekalian memanfaatkan ombaknya ya.









2 comments:

  1. kotanya keliatannya sepi banget ya des...

    ayo ayo dilanjutin ceritanya... :)

    ReplyDelete
  2. Karena winter juga sih man, belum terlalu rame. Kl summer bisa penuh orang banget, kota pantai sih ya.

    ReplyDelete