Monday, February 24, 2014

Why are you fighting?

K : mom why are you two fighting?
M : we were not fighting keisha, we were just arguing.
K : why you have to argue?
M : cos i want something to do this way but daddy has his own way to do.
K : but you and daddy are married right? If someone marry you, you have to love and kiss. Not to fight.
M : jleb! True. But arguing doesnt mean you dont love that person. 
K : so you still love daddy? And dad still love you?
M : of course keisha, we still love each other. 

Saturday, February 22, 2014

Selintas Sejarah

Gegara status mba Jihan tentang kisah dibalik G30S PKI yang disebut dalih pembunuhan massal, jadi nyasar ke suatu link dan nemu bukunya Soebandrio. Beliau salah satu tokoh penting di era Soekarno dan yang mengalami sendiri peristiwa sebelum, ketika dan sesudah peristiwa tersebut.

Ada yang masih inget film G30S PKI yang selalu ditayangkan setiap malam 30 September? Waktu kecil saya nonton dengan rasa ngeri ngeliat aksi Gerwani yang menyilet2 para jenderal yang diculik. Terpaksa dulu saya nonton karena diwajibkan dari sekolah, meskipun sambil ketakutan dan terkantuk2 karna filmnya lama banget. Sejak itu yang saya tau ya PKI itu jahat =kejam=tidak beragama.

Belakangan saya tau kalau film itu hanya rekayasa, doktrinasi orde baru. Sebenarnya ya memang para jenderal itu dibunuh tapi ga pake aksi silet2an. Berdasarkan dokter yang mengautopsi sama sekali ga ditemukan tindak kekerasan di tubuh para jenderal itu.

Sampai disini saya hanya sekedar tau dan tidak mencari info lebih lanjut kenapa orde baru sampai harus bikin film penuh bumbu2 intrik?

Balik lagi ke buku Soebandrio yang merupakan menlu terakhir di pemerintahan Soekarno, orang terdekat Bapak no.1. Setelah baca buku ini saya jadi melek siapa sebenarnya dalang di peristiwa fenomenal itu. Siapa sebenarnya yang menderita dari kejadian itu? Saya ga menampik ada nyawa 7 jenderal yang terbunuh, tapi apakah wajar jika dibalas dengan nyawa 3 juta warga Indonesia yang merupakan anggota PKI, atau yang cuma dituduh, disangka, atau hanya sekedar simpatisan, para buruh tani yang ga bisa baca tulis dianggap berkomplot merencanakan pembunuhan 7 jenderal besar? Mereka dieksekusi tanpa pengadilan hingga keturunannya ikut merasakan imbasnya, susah mendapat pekerjaan.

Apa tujuannya dari peristiwa itu? Apalagi kalau bukan ambisi seseorang yang ingin memegang kekuasaan tertinggi di Indonesia, dan akhirnya menjabat selama 32 tahun. Selamat ya. Walaupun caranya sungguh licik memutar balikkan fakta dan kejam dengan memusnahkan 3 juta rakyat Indonesia, saudara2nya sendiri, hipokrit bermuka dua.

Berkat beliau pula korupsi sangat mengakar di Indonesia. Ya gimana nga, pemimpin tertingginya aja udah korup, gimana bawahannya ga ikut2an? Soal korup, sewaktu masih menjabat sebagai Pangdam Diponogoro aja beliau sudah bersekongkol melakukan penyelundupan ilegal dengan pengusaha Liem Soe Liong. Ga heran yaa... Sudah dari dulu toh ternyata.

Maaf, masih kebawa esmosi. Semalaman ngebaca e-book ini sampai jam 1 pagi. Saya bukan pemerhati sejarah dan bukan pecinta politik. Sama sekali nga. Cuma cerita ini menyentuh sisi kemanusiaan saya saja.  3 juta orang dibunuh loh, itu manusia bukan ikan. Tanpa sengaja pun terbersit di pikiran saya, mungkin Indonesia ga akan sekorup dan sebobrok ini kalau pemimpinnya tegas dan bersih.

hufft..fiuh... mari berdoa saja untuk negeri tercinta. Semoga makin banyak pemimpin2 seperti Ibu Risma, Pak Jokowi dan Pak Ridwan Kamil yang tulus membangun negerinya.

Baiklah curhat hari ini sampai disini.. mari kembali ngobrolin soal popok, breastpump, dan sekolah anak lagi. :p




Friday, February 21, 2014

I'm In!

I’m participating in the Pay-it-Forward initiative.

The first 5 people who comment on this status with “I’m in” will receive a surprise from me at some point in this calendar year – anything from a sweet dessert, a lovely CD, a ticket, a book or just absolutely any surprise I see fit!

There will be no warning and it will happen when I find something that I believe would suit you and make you happy!

These 5 people must make the same offer in their status (FB or Path or Twitter, etc.) and distribute their own joy.

Simply copy this text onto your profile, (don’t share) so we can form a web of connection and kindness.

Let’s do more nice and loving things for each other in 2014, without any reason other than to make each other smile and show that we think of each other.
Here’s to a more enjoyable, more friendly and love-filled year!

Allo..allo! yang mau berpartisipasi silakan komen sambil mencantumkan nomor hadiah yang diinginkan ya.

1.  Buku berbahasa inggris ini penuh dengan tips2 dan ide membuat bento. Ditulis oleh Maki Ogawa, suhunya perbentoan dari jepang.


gambar dari sini

2. Box make up dari Cath Kidston

 



3. Travel Case from Muji




4.  White and Grey infinity Scarf and knit Beanie


5. Cosmetic bag Polkadot Forever 21

source from here



Re-post from Dhira

Thursday, February 20, 2014

My Breastfeeding Story

Dari sejak awal kehamilan kedua ini udah niat banget mau total bf untuk anak kedua. Mengingat pengalaman sama kakanya yg gagal dan menyerah di bulan keempat karna kurangnya info, dan sampai sekarang masih nyesel banget. Jadi dari jauh2 hari udah browsing2 tentang serba serbi asi, latch on, asip dan seputarannya.

Niat banget sampe sejak usia kehamilan 7 bulan pd udah sering dibersihin, dimassage. Sampai hunting dan baca review breast pump ter-gres dan cocok di kantong di forum2 parenting.

Setelah Alea lahir, ketika ditanya sama susternya mau total breastfeeding atau sufor, dengan mantap aku bilang total breastfeeding sus! Jadilah setiap tiga jam sekali alea dibawa ke kamar ku untuk disusui pagi siang malam (heroik banget rasanya dibangunin tengah malam buta dengan kondisi badan remuk redam abis ngelahirin *lebay)

Sesungguhnya kalau sudah niat apapun berasa mudah ya. Meskipun ngantuk kl udah waktunya Alea nyusu biasany langsung melek. Lagipula itung2 latian bangun malam pas pulang ke rumah. 
Alhamdulillah hari pertama Alea lahir bisa dapat kolostrum. Sempet lecet nipplenya dan bikin sesi menyusui sampe panas dingin. Tapi trus kuolesin nipple cream dari avent cepet sembuhnya.

Minggu2 pertama setelah melahirkan dengan kondisi pd penuh asi, sementara si anak bayi maunya bobo trus. Sungguh bikin menderita. Badan panas dingin dan pd bengkak. Produksi asi lagi banyak2nya, sementara anak bayi udah dibangunin buat nyusu, tetep aja paling nyusunya cuma sedikit. Ya wajar aja sih, kan perutnya masih sebesar biji kacang polong. 

Untungnya udah beli breastpump, jadi bisa mompa sekaligus nyetok buat persediaan pas aku kembali kerja. Ngeri banget soalnya kalau sampe mastitis. Oiya, kata konselor laktasi di rumah sakit, kol dingin bisa ngurangin rasa bengkak di pd loh. Ambil kelopak kol tempel di pd sampe kolnya layu. And it works for me!

Sejak seminggu setelah melahirkan aku ud nyetok asip buat persediaan setelah cuti melahirkanku berakhir. Iseng2 aku minta si mbak dirumah kasih asipnya ke alea ketika misalnya aku lagi pergi sebentar ke pasar. Dan sukses ditolak Alea! Pas kucoba ternyata asipku berubah rasa seperti sabun dan sedikit rasa iron. Pantes aja alea ga doyan, biasanya kan rasanya manis.

Pas dicek ternyata asip beku aku yang kalau dicairin rasanya begitu semua. Huhuhu.. Langsung down dan stress mikirin minum apa alea kalau aku kerja nanti. masih ingat waktu itu galau sekali bentar2 buka tutup kulkas sambil memandang 20 botol asip beku @100ml. Mau dibuang ga rela, sementara mau dikasih anaknya ga mau. Beginilah rasanya patah hati yang sebenarnya.

Pas browsing2 dan cek grup aimi baru mengerti kalau ternyata asi seperti aku itu jenis asi yg enzim lipasenya tinggi. Rasanya emang berubah kalau dibekukan tapi masih ok nutrisinya kalau diminumkan ke bayi. Daaaan...ternyata ada triknya supaya rasanya ga berubah, asipnya harus dimasak dulu dengan proses scalding baru dibekukan. Nah setelah melalui proses scalding ini ternyata benar rasanya ga berubah. Yeay! Semangat mompa lagi.

Setelah urusan manajemen asip beres dan pede ninggalin Alea dengan jumlah stok asip yg cukup banyak. Timbul masalah lain, Alea tiba2 nolak minum asip pake botol. Kalau dipaksa malah nangis2. Akhrinya diminumin pake sendok, malah tumpah2 dan keburu males anaknya minum. Nyoba pake spuit, ga berhasil juga. Pernah dalam sehari cuma minum 200ml. Hati mencelos banget pas denger kabar dari rumah.
ko nginyem sih? ini susu enak loh, bukan obat batuk



Untunglah lama kelamaan akhirnya Alea mau nyusu juga sedikit banyak. yaah..paling 350-400 ml dalam waktu 10 jam ditinggal kerja. Mudah2an cukup lah buat dia, toh katanya bayi kan tau kebutuhannya sendiri, selama dia nga nangis dan sehat2 aja.

Demi asix buat anak setiap hari aku ke kantor sambil bawa peralatan perang berupa breast pump, ice pack dan cooler bag. Yang namanya perasaan males, berat nenteng2 cooler bag itu adalah. Tapi mikir lagi, kalau ga pumping alea minum apa dong. Sementara nyusu botol aja dia ga suka, ga mungkin juga mo kasih sufor. And i want to keep the moment eye-to-eye contact while breastfeeding as long as i could.




Selama ini budaya breastpumping dikantor belum ada, jadi emang manajemen ga menyediakan nursery room.  Untungnya kantor satu gedung sama mall Takashimaya, dan mallnya ada nursery room yang nyaman banget! Malah menurutku ini nursery room terbaik di mall singapur.

bilik di nursery room takashimaya
Habis pumping botol2 asipnya disimpan di kulkas pantry kantor. Temen2 kantor udah tau kalau aku bawa cooler bag artinya mau produksi, malah beberapa ada yang terheran2 ko asiku masih banyak. Alhamdulilah. Mudah2an bisa selama mungkin kasih asi untuk Alea. Apalagi pernah iseng2 liat sufornya keisha dulu, sekarang harganya sekaleng udah $51 saja! Langsung dalam kepala kalkulasiin kalau dalam sebulan butuh 8-10 kaleng bisa abis berapa dolar buat susunya doang. *kekepdompet* mendingan buat liburan ke NZ dong ah. 

Saturday, February 08, 2014

Let It Go Fever

Sejak  Desember kemarin Keisha nonton Frozen sampai sekarang demamnya ga berenti2.  Dari mulai humming musiknya, nyanyi ledigo kenceng2 dengan lirik sesuka hati 5764839 kali, minta dikepangin rambutnya ala Elsa.

Secara drama queen tiap hari pun main drama2nya tentang anna dan elsa, dan kalau lagi pretend play gini kita harus manggil dia dengan sebutan Elsa atau Anna. Ya tergantung suasana hati dia saat itu. Bisa bayangin kan dua bulan demam frozen ini ga selesai2. eh well...mungkin akan masih lama berlanjut mengingat demam Ariel the Mermaid aja sampe setahun baru beralih ke princess lain.

Ternyata obsesinya dia dengan Frozen ga sampe situ aja. Suatu hari pas aku pulang kerja, dia nunjukin lembaran2 kertas bekas A4 yang dilipet dua dan diselotip tengahnya. Rupanya dia mau ngasih tau kalau tadi siang dia nyoba bikin buku tentang Frozen. Aku liat kertasnya udah digambarin Anna dan Elsa dan ada kata2nya. Persis buku cerita, tapi yang bikin ketawa sih ya itu, bikinnya kasian amat dari kertas bekas dan ketika kutanya Asih katanya itu ide keisha sendiri. Padahal dulu juga dia udah pernah bikin cerita sendiri tapi ya dibuku tulis kosong.

Pas ditunjukin ke aku dan arief bukunya baru beberapa lembar terisi, awalnya juga kita mikir ah paling euforia sebentar dan kita juga masing2 lupa. Tapi bagi Keisha mungkin buku ini proyek dia, karna ternyata tanpa diingetin, keisha yang asik sendiri gambar dan nulis ceritanya sampai berhari-hari, disela waktu sekolah, makan, nonton tv dan bikin homework. Dia sendiri yang tiba2 bilang, ohiya, aku mau bikin buku dulu ah.

Setelah tiga hari proyeknya akhirnya selesai, tanpa kita suruh atau ingetin sekalipun,  dan dengan semangat dia bacain bukunya ke aku.




Saturday, February 01, 2014

Refleksi Diri

Iseng2 blogwalking pas lagi lunch time, nyasar di blognya Dhira di postingan yang ini. Deeg! ko ya persis banget sama yang kurasain saat ini. Bahkan baru semalam ngobrolin ini sama Arief.
Semalam Arief tiba2 kilas balik, jaman kita dulu masih baru2 nikah, kerjaan masih jadi bawahan banget karna baru lulus kuliah, belum punya apa2 eh udah nekat nikah trus punya anak. Trus Mesti nyiapin biaya lahiran, belum lagi keperluan ini itu, apalagi euforia anak pertama yang pengennya semuanya baru.

"Inget ga mah kita dulu beli ini kayanya beraaaat banget." kata Arief sambil megang suatu barang yang dulu seingetku mahal banget buat kita saat itu. Iya..dulu ketika ingin sesuatu mesti mikir jutaan kali, bahkan kadang memilih untuk melupakan keinginan itu karna ada kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Mungkin sih minta dari orang tua, tapi kita dari awal sepakat untuk nga ngebebanin orang tua dengan masih minta sama mereka. Malu ah sama orang tua kita, udah bertahun2 biayain semua kebutuhan kita, masa sampai menikah dan punya keluarga sendiri masih minta mereka. Malah maunya kita yang ngasih ke mereka walau ga seberapa.

Sekarang ngeliat ke kehidupan kita saat ini, betapa Allah Maha Baik dan Maha Pemurah. Padahal kita masih sering bandel melaksanakan kewajiban2 kita sebagai hamba-Nya. Padahal kita masih sering ngeluh ini itu.
Betapa hidup di kota besar yang gemerlap seperti ini gampang banget membuat kita lupa bersyukur. Lupa kalau kita masih dikasih sehat, bisa berkumpul dengan keluarga tercinta dirumah yang nyaman, bisa makan enak, bisa jalan2 ketempat bagus, bisa beli barang yang diinginkan tanpa harus mikir motong anggaran yang mana.

Lupa kalau ditempat lain ada anak yang nga pernah makan eskrim seumur hidupnya, lupa kalau ada seorang bapak yang menyapu jalanan demi bayar sekolah anaknya. Belum lama ini pernah nonton berita tentang kisah pengumpul garam laut di Banten, kerjaan yang ga gampang, berat banget malah. Mesti ngumpulin garam laut dengan alat sederhana di tengah ombak laut trus angkut garam yang berat itu di pundaknya untuk ngumpulin duit yang ga seberapa setiap harinya. Nyess.. sedih banget ngeliatnya. Kemudian ngeliat tumpukan tas di lemari, sungguh malu banget sama diri sendiri. Buat mereka mungkin harga untuk satu tas itu bisa untuk makan berbulan2.

Disini orang yang berpakaian kumal dipinggir jalan tuh jaraaaang banget ditemukan. Yang banyak terlihat justru branded item lengkap dengan tulisan sale dimana2. Disuguhin pemandangan kaya begitu trus gimana ga ikut tergoda coba? Akhirnya ikut deh kalap, ikut belanja ini itu. Ngeluarin duit sekian xx untuk suatu barang dengan gampangnya. Giliran ada info pengumpulan dana untuk korban bencana alam pura2 ga ngeliat, atau ketika transfer dengan sejumlah x rasanya udah cukup banyak. Padahal belanjaan kta hari2 lebih dari sekian X itu.

Postingan ini self reminder buat saya sendiri, sejenak refleksi diri dengan keadaan kita dan betapa sang Pencipta begitu bermurah hati memberi apa yang kita inginkan dan mencukupi kebutuhan kita.  Dan dengan berlimpahnya nikmat yang diterima semoga kita bisa berbagi sebagian dari nikmat itu kepada mereka yang memerlukan. Semoga kita bukan yang termasuk kaya materi tapi miskin hati.