Tuesday, September 08, 2015

Kerepotan saat ini

disponsori oleh...

Nyiapin berkas2 dan ngisi formulir visa yang banyaknya sampai 17 halaman. *kretekin tangan* Questioner data diri cari jodoh juga ga gini2 amat loh deh dibanding formulir visa negara tetangga. Belum lagi harus nyiapin semua dokumen2 pendukung dari bank statement sampai surat keterangan bekerja. gosh...  Belum lagi satu halaman essay khusus disediakan untuk additional information. Informasi  tambahan apa sih yang sebenarnya perlu untuk diketahui.

Mungkin akan saya tulis;
"Traveling around the world has been my dream all the time. So if you kindly decide to give me visa to your country. I will be very very grateful and your country will stay forever in my heart. I promise not to littering or illegal parking while in your country. Sincerely yours."

Kalau lagi begini jadi mengutuki system diplomasi negara kita yang jalan ditempat. Terobosannya cuma bebas visa masuk Negara kita. Ada 30 Negara yang bisa bebas visa masuk Indonesia, tapi yang resiprokal bebas visanya sejauh ini cuma Jepang. Ironis amat.

Ga usah muluk2 sih harapannya untuk bebas visa, kalau kita ga perlu isi formulir ini dan tinggal klik e-visa juga udah cukup senang. Sedihnya ketika warga negara Zimbabwe aja bisa apply visa secara online ke Negara ini, sementara pemegang paspor hijau hanya bisa apply secara langsung untuk finger print dan nyerahin semua bukti yang menjamin kalau kita disana ga bakalan nyusahin pemerintahnya.

Semakin sebel karna sekarang aturannya berubah lagi dari 3 tahun yang lalu, malah semakin ribet dan mahal. hfft.. Note to myself, better check visa conditionnya dulu kali ya sebelum memutuskan pergi ke suatu tempat.

Pray hard supaya paspor hijau bebas visa 2016. Ameen!

No comments:

Post a Comment