Tuesday, September 15, 2015

Si Anak SD aka Primary One - Bagian 1

Punya blog pake judul nama keluarga tapi milestone penting anak nya ga dicatet. Gimana sih ibunya? *tutupmuka

Baiklah, demi menutupi perasaan bersalah mari ditulis cerita si anak gadis yang per Januari kemarin resmi masuk Primary School. Fyi, disini term sekolahnya dimulai dari Januari.

Singkat cerita setelah dari potingan tentang proses masuk SDnya yang penuh perjuangan, kami dapat undangan dari pihak sekolah untuk mengikuti orientasi sekolah di bulan November. Orientasi ini merupakan ajang perkenalan bagi si anak dan orang tuanya dengan kultur sekolah, guru2nya, ada tour keliling sekolah, sekaligus untuk mengurus pembelian buku, seragam anak2 atau yang membutuhkan jasa bis sekolah.

Pas orientasi saya menyempatkan untuk menginspeksi toiletnya -yang cukup bersih, tapi ga ada tisu tersedia, dan ketika seminggu setelah sekolah berlangsung saya cek masih belum ada juga, saya kirim email ke kepala sekolahnya. *trus dibilang kiasu sama temen singaporean*facepalm* Fasilitas sekolahnya lumayan lengkap ada playground, hall, 2 lapangan, art room, music room, math room, library, ada hydroponic garden. Sayang seperti layaknya primary school pada umumnya, kelas2nya natural ventilated alias tanpa AC.

Kesan selama orientasi sih bagus ya. Kami hanya survey melalui website resmi sekolahnya dan baru datang langsung pas orientasi. Karna jarak sekolah ini yang jauh dari rumah, kami gak terpikir untuk ikut Open House School yang biasa diadakan sekolahnya menjelang pendaftaran masuk. Mau tanya2 ketetangga dan teman juga percuma karna rata2 anak2 mereka masuk sekolah yang dekat2 dilingkungan kami. Dari browsing2 juga ga ada satupun yang menyebut review sekolah ini, kayanya disini ga terbiasa me review atau menceritakan aktifitas sekolah anaknya ya. Ih padahal review itu berguna sekali loh buat orang tua kiasu seperti saya yang mau tau kualitas sekolah tersebut dan  kegiatan2nya.



 



kantin yang murah meriah dan halal 
Namanya jadi foreigner di negeri orang ya. Sudah terima nasib ajalah sekolah anaknya dipilihin sama kementrian. Jadi dilempar jauh juga telen aja, yang penting sekolah. *ketawa miris*.  Saya pernah coba untuk pindahin Keisha ke sekolah yang lebih dekat kerumah. Tapi belum apa2 sudah ditolak begitu tau status kami yang waktu itu masih foreigner. Katanya keputusan kementrian sudah final dan dari pihak sekolah sendiri pun ga bisa bantu.
Setidaknya hasil dari orientasi sih sekolahnya terlihat bagus jadi sedikit lega, dan lagi2 Arief  meyakinkan kalau semua sekolah di singapur ini kualitasnya sama.

Total biaya masuk sekolah Keisha kemarin kurang lebih 300 SGD untuk buku dan seragamnya. Alhamdulillah SD disini ga ada uang pangkal gedung atau biaya ini itu. Yeay ga perlu nyairin reksadana! Kita cuma perlu bayar uang sekolah perbulan yang bisa didebet langsung dari tabungan orang tua yang besaran uang sekolah perbulannya tergantung status kewarga negaraannya. Untuk Singaporeans malah cuma perlu bayar $13 perbulan!



source from here
Bagi seorang siswa SD kelas 1 buku wajibnya Keisha banyak banget! Saya sampai kaget pas dikasih daftar panjang buku dan perlengkapan aja saja yang mesti dibeli. Pulang dari orientasi bahu saya pegal karna harus menenteng puluhan buku Keisha yang tebal2. Yang bikin salut setiap buku ini dilampirkan dengan sampul plastik yang ukurannya sudah disesuaikan dengan lebar dan panjang bukunya. Proses sampul menyampul ini jadi mudah dan cepat. Sampai takjub loh dengan kedetilan orang singapur soal ini, kirain kita harus potong2 sampul sendiri.




Berlanjut edisi 2.... pegel tangan ngetik bok...

3 comments:

  1. moga2 cocok ya ama sekolahnya :)

    ReplyDelete
  2. Wahhhh biayanya termasuk yg murah lho itu. Enak banget. Disini msk SD aja bisa 27jt an, standart nya 23jt an, ada yg paling murah 15jt an tp jarang. Blm per bln nya 1.2jt an.. Gilingan deh #mengandungcurhat100% hahahha

    ReplyDelete
  3. Arman : Anaknya udah suka sama sekolahnya Man, malah ga mau kalau diajak pindah sekolah

    Yeye : Disini wajib anak masuk SD jadi biayanya murah banget. Kalo di Indo gw bisa makan nasi aking demi anak sekolah. :)

    ReplyDelete