Saturday, June 25, 2016

Masak-masak Sendiri

Back in Singapore, 11.30 pm.

Isteri : "Beb kamu ngapain di dapur berisik banget?" posisi ngadep laptop di ruang TV.
Suami : "Nyiapin sahur buat Keisha." Jawab pak suami dari dapur.
Isteri : "Astagah Beb, besok kan aku bisa nyiapin."
Suami : "hem..kurang yakin aku"

.. Isteri nginyem, merasa diremehkan ga bisa bangun sahur.....

Kenyataannya.. jam 1.30 masih kerja depan laptop. Kerjaan ga kelar-kelar. Jadi bersyukur Pak Suami udah nyiapin makanan untuk sahur.
Ga sabar mau masukin Lala ke sekolah biar bisa punya waktu kerja yang normal gak pas tengah malam gini. *tambah kopi*

Jadi pengen nyanyi angka 1 nya Caca Handika..

"Masak-masak sendiri, nyuci-nyuci sendiri, nasib tanpa asisten, semua kerja sendiri......"
"Edisi mellow manja dan kangen mba Asih."

Sunday, June 19, 2016

Temu Jumpa Dokter Di Mudik Kali Ini

Setiap tahun kami pasti menyempatkan untuk liburan ke Indonesia. Apalagi jarak Singapur - Jakarta yang cuma 1.5 jam saja, jauh lebih cepat dibanding jarak Slipi - Cipayung di hari senin pas jam pulang kantor. Karena ga mau dikutuk jadi batu sama orang tua, setidaknya dalam setahun kami bisa 2-3 kali balik Indo. Maunya lebih sering sih, tapi jadwal kesibukan anak sekolah jauh lebih padat dibanding orang pekerja.

Mudik ke Jakarta memang selalu menyenangkan, karna kami bisa puas makan enak tanpa harus masak, ketemu teman-teman, pijat dan nyalon berkali-kali sampai semua treatment dicobain mumpung murah.

Herannya setiap agenda liburan kami ke Indo, pasti ada aja kunjungan ke dokter padahal ga direncanakan. Kaya contohnya tahun lalu saya sempat keracunan makanan di Lombok, atau pas dua tahun yang lalu Lala kena jamur dari kids club di Padma Bandung, dan kunjungan lain2nya sampai kami punya berbagai kartu pasien dari beberapa rumah sakit. Sungguh tidak elegan, harusnya koleksi emas batangan kok ini malah koleksi kartu pasien.

Mudik kali ini kirain bisa lolos tanpa ketemu dokter. Eh baru juga 3 hari di Jakarta, Keisha kena HFMD yang berujung menular ke Lala. Curiganya sih virusnya kena pas anak-anak main di playground Changi T3 sesaat sebelum masuk boarding gate. Awalnya Keisha ngeluh mulutnya perih ada sariawan, cuma ya saya piker sariawan biasa karna kurang minum dan buah karna mulai puasa juga.

Besoknya anaknya udah mulai malas ngomong, katanya sariawan makin perih, pas saya cek mulutnya, sariawan dimulutnya lumayan banyak ada sekitar 12 biji pas dihitung. Tapi anaknya ga minta minum dan saya cukup tega gak nawarin dia batalin puasanya. *ibuyangkejam* Pas magrib baru saya olesin kenalog.

Saya masih mengira Keisha cuma sariawan karna ga pakai demam, anaknya masih mau makan, dan ga ada bintik merah ditangan dan kakinya. Tapi pas saya menemukan ada bintik putih dimulut Lala juga langsung saya bawa dua anak ini kerumah sakit. Bener kan, dokternya konfirmasi ini HFMD.

Langsung deh lemes. Selama ini setiap di Singapur ada HFMD outbreak anak-anak Alhamdulillah selalu lolos. Ini kok pas lagi liburan, dan justru bukan dinegaranya malah kena flu singapur. Walaupun bukan penyakit serius, tapi HFMD ini sangat menular, jadi disarankan untuk anak-anak yang terjangkit virus ini stay dirumah/dikarantina sampai virusnya kering sekitar 7-9 hari.

Efeknya itinerary berantakan semua. Ga mungkin ya saya ninggalin dua anak sakit sama neneknya saja. Keisha sih selama sakit ini jarang komplen, dia dikasih priveledge nonton tv sepuasanya. Ngeluh sakit mulutnya paling cuma sesekali. Nafsu makan jalan terus apa aja mau.

Tapi Lala sempet rewel dua hari karna sakitnya. Gara-gara sariawan dimulutnya Lala sempat ga mau makan sekitar 3 hari.Perutnya sampai mencelos kedalam kalau lagi tidur sampai ibunya ngiri. Sekalinya ada makanan yang masuk paling cuma eskrim, itu saja sudah bikin saya bahagia sampai berkaca-kaca, setelah seharian sudah mencoba nawarin berbagai macam makanan dan susu tapi ditolak pakai dramah.
4 hari dirumah justru saya yang jadi lumutan dan krengkih level 5. deymyu haefemde!

Alhamdulillah di hari ke 5 Lala sudah mau makan. Biarpun cuma jelly, biarpun jellynya beli di warung sebelah, biarpun makan jelly warna warni entah pakai air apa sampai 3 potong. GAK APA-APA DEH! yang penting anaknya sudah mau makan, sudah mulai ketawa-tawa, sudah mulai lumpat-lumpat lagi!

Semoga ini terakhir kalinya temu jumpa dokter di setiap kepulangan kami ke Indo. Semoga besok-besok ga pake sakit-sakitan lagi. Mudik kan pengennya ajang rumpi dengan temen dong ah, bukan bahas resep obat sama dokter.






Tuesday, May 31, 2016

Review : Apartemen di Gold Coast - Hi Surf Beachfront Resorts Apartments

Berhubung lanjutan cerita Osie trip mandek ntah sampai kapan, mendingan nulis review tentang apartemen kami selama liburan di Gold Coast.

Hi Surf Beachfront Resorts Apartement.

Sengaja memang cari serviced apartemen demi kenyamanan si anak kecil yang hanya bisa makan nasi dan sop, jadi kemungkinan besar akan masak memasak. Endonesah sekali memang. Tadinya mau stay kembali di apartemen yang dulu  Seacrest apartemen. Tapi kebetulan pas ditanggal kedatangan kami apartemen itu sudah fully booked. Pilihan akhirnya jatuh ke Hi Surf Beachfront yang terletak di area Surfers Paradise juga.

Untuk akomodasi sebenarnya kami memang lebih suka serviced apartemen apalagi kalau waktu travellingnya lebih dari seminggu. Mesti nyuci baju tsay... *domestic sekali alasannya*. Malahan kayanya di Australia justru kebanyakan menyediakan serviced apartemen,  yang diisi dengan fasilitas lengkap dan nyaman. Kurangnya cuma ga ada sarapan dan ga ada yang merapikan sprei setiap hari aja.

Kami pilih Hi Surf Beachfront karna selain ratenya yang masuk budget, terletak di depan surfers paradise tinggal nyebrang langsung laut, dan tampilan nya terlihat menjanjikan di foto-foto webnya. Namun...seperti biasa sebelum bepergian kami tidak mau terlalu banyak ekspektasi kawatir kecewa dan malah merusak mood liburan.

Tapi, ternyata Hi Surf bahkan diluar ekspektasi banget. Dari penampilan gedung apartemen-nya aja sudah modern dan well polished. Front officenya efisien dan langsung kasih kunci kamar ketika kami sampai. Seperti umumnya serviced apartemen di sini, front office apartemennya tidak buka 24 jam. Kalau ada yang late check in misalnya jam 12 malam, kuncinya ditaruh di safety box yang bisa diambil dengan menggunakan pin/sandi yang dikirim melalui email.

aku cinta dengan lobi apartemennya

Setelah proses check in yang no hassle, Arief ambil koper kami di mobil yang parkirannya juga gratis dari hotel. Ga sabar pengen selonjoran dari penerbangan berjam-jam. Pas buka pintu unit apartemen, ya ampuuun...luasnyaaaah!!! Jauh lebih luas dari Seacrest dan dengan view yang menghadap laut. Heavenly!

Kami menyewa satu unit dengan dua kamar tidur. Ternyata satu kamar tidur dilengkapi dengan kasur ukuran king size, dan kamar tidur satunya dengan double extra single size bed. Jadi bingung mau tidur dikamar mana, semua kasurnya empuk sekaliii...




Sementara anak-anak heboh minta mandi di bath tub. Memang anak saya ini kasian biasanya cuma berendam di ember, makanya pas ketemu bath tub seperti ngeliat kolam renang aja.

Sedangkan ibunya cukup bahagia melihat kamar laundry yang bersih dan luas, disertai dengan mesin cuci dan pengering. Sampai deterjen dan meja setrikaan saja disiapkan.


Lanjut tour berikutnya adalah ruang tengah dan dapur..


 
Dapurnya lengkap sekali loh, semua perlengkapan makan dan masak tersedia. Ada microwave, oven, kompor listrik, mesin pencuci piring juga ada. Paling kalau butuh  bahan makanan bisa beli di groceries store yang cuma jalan kaki 5 menit dari apartemen. Letak apartemen ini cukup strategis kok, cuma jalan 10menit sudah sampai di pusatnya Surfers Paradise, banyak restoran, café, dan perbelanjaan. Dibelakang hotel ini juga ada halte tram yang melintas, kalau mau keliling Gold coast dengan public transport yang murah bisa coba naik tram ini.

Nyuci piring sambil menikmati deburan ombak. Betah banget deh nyuci piring bekas kenduri massal


Tidur dininabobok-in dengan deburan ombak laut, bangun tidur nyeduh kopi sambil duduk-duduk di balkon liat orang lari pagi di pinggir pantai. Aku ga mau pulaaaaangggg...

Apartemen ini dilengkapi dengan outdoor dan indoor pool, Jacuzzi, sauna, dan playground. Yang semuanya ga bisa kami nikmatin karna terlalu banyak aktifitas diluar hingga sampai kamar cuma maunya bobok aja saking capeknya. Apakah ini artinya kami mesti kesini lagi *kode* Apartemennya bikin betah banget soalnyaaa.. :D

Secara apartemen di Singapur cuilik-cuilik banget karna keterbatasan lahan, pas disini serviced apartemen luasnya kaya lapangan hockey, bahkan lebih besar dibanding apartemen kami di Singapur yang seperti kotak sabun.  Pindah kesini aja apa yah pah? *colek suami*

Thursday, May 19, 2016

Dibalik Little Book Nest

Dari kecil saya suka banget baca, bahkan hiburan terfavorit di kala lagi liburan sekolah dulu adalah gramedia Citraland, yg sekarang namanya jadi Ciputra. Dulu mama saya biasa ninggalin saya di Gramedia berjam2 untuk baca buku gratisan sementara dia keliling ngemall. Saya sih ga keberatan sama sekali, malah super happy ketemu surga buku yang bisa dibaca sepuasnya walau kaki pegyel berdiri 4 jam cyiin..

Koleksi buku cerita juga lama kelamaan bertambah hingga ratusan buku dari hadiah orang-orang terdekat ataupun hasil nabung dari uang jajan tiap minggu. Hanya dengan memandang lemari yang berisi ratusan buku-buku saja, hati hamba rasanya bahagia sekali. Bolak balik dielus, disampulin plastic satu-satu, lemarinya dikasih kapur barus biar wangi dan awet. Sampai akhirnya iseng-iseng bikin klasifikasi buku sendiri ala-ala anak SMP trus kepikiran buat bikin penyewaan buku. Yang nyewa teman-teman dekat rumah/sekolah. Sayangnya rental bukunya cuma berjalan sebentaar banget, karna sayanya keburu kecewa duluan dengan banyak buku-buku yang ga balik atau lecyek dan sobek. Koleksi buku saya beragam loh, dari buku sejarah biografi, filsafat sampai komik pun ada.

Waktu kecil cita-cita saya jadi petugas library biar bisa pinjem buku sepuasnya. Udah gedean dikit cita-citanya naik dikit dong, pengen punya book café! Mulia sekali yah!

Lalu cita-cita impian menguap tertelan kesibukan mencari duit buat biaya nikah dan semakin hanya menjadi angan-angan belaka.

Alhamdulillah..masih suka membaca buku, walau setelah punya anak, genre buku bacaan favorit hanyalah buku fiksi dan buku anak. Buku anak bagus2 yah sekarang, malah saya jadi punya beberapa penulis buku anak favorit. Kebiasaan membaca buku pun saya tularkan ke anak-anak. Impian punya toko buku sendiri tetap ada dan tersimpan dengan rapih

Sejak berhenti kerja awal tahun kemarin, mulai deh kepikiran untuk beneran mewujudkan impian yang tertunda sekian lama. Berhubung masih newbie bikin usahanya juga kecil-kecilan, online book shop khusus buku anak-anak. Kenapa buku anak-anak? karena saya jatuh cinta dengan banyaknya buku anak-anak yang bagus, simple tapi bermakna. Selain itu saya jadi punya alasan ke suami kalau beliin buku buat anak-anak. "Buat sampel ini, Pah....."

Alhamdulilh Maret 2016 kemarin kesampaian launching akun online book shopnya @littlebooknest.
Online book shopnya masih mini, cuilik, dan bukunya juga belum beragam, malah kadang-kadang keburu dikekepin duluan diketek sama anak-anak dan ga jadi dijual. *niatjualankurangkuat* Beda jauhlah dengan ols buku-buku lain yang pengiriman bukunya sudah berkodi-kodi.




Sengaja memang ga ambil margin banyak2, malah kayanya jual buku cuma dapat untung pahala saja, karna sisi idealis saya mungkin ya, yang menganggap bahwa buku seharusnya ya bisa affordable untuk semua orang. Apalagi kesempatan untuk menimbulkan minat baca ke anak-anak ya sebaiknya sedari dini. Kalau terkendala karna mahalnya harga buku kok ya sayang banget padahal buanyaaak banget buku-buku bagus.

Oh dan walau sekarang banyak perpustakaan-perpustakaan dengan koleksi buku yang juga bagus-bagus. Pasti banyak yang setuju juga kalau rasanya beda dengan punya buku sendiri yang bisa dimiliki, dipajang, dilihat dan dibaca kapan saja.

Sempat maju mundur syantiek dalam proses lahirnya @littlebooknest. Alhamdulillah dapat banyak dukungan dari orang-orang terdekat termasuk kaka ipar yang bersedia jadi partner di usaha ini. Kaka ipar yang sabar dan easy going pas banget untuk ngurusin order dan meladeni pertanyaan yang masuk lewat watsapp. Klo saya sih kebagian yang enaknya sajah, belanja buku!

Hatur nuhun sangat dengan teman-teman yang sudah bersedia memfollow akun instagram @littlebooknest dan rela dibanjiri timelinenya dengan postingan buku-buku kami. Terima kasih juga yang sudah memberikan tanda "love" atau "like" di sosmed. Percayalah it means a lot to us. Ga perlu dishare atau repath, cuma dengan tanda "love" atau "like" saja sudah memberikan dukungan moril untuk kami. Sesama pedagang olshop mana suaranya????........

Alhamdulilah.. setidaknya satu wish list yang selama ini selalu ada di setiap pergantian tahun bisa dicentang. Semoga kedepannya bisa beneran bikin offline bookshop. Boleh minta Aminnya?

Yang lagi nyari buku anaknya kaka...mari mampir ke akun ig @littlebooknest nyaaah... bakal ada stock baru looh...Kami juga bisa PO buku anak yang ga ada dilist kami loh. Sayang anak..sayang anak.... *numpangjualan* :p






Monday, May 09, 2016

Salmon Teriyaki With Pineapple Sauce

Sekali-kalinya nih posting makanan di blog ini, semenjak ditinggal Mbak Asih si belahan hati, saya kembali memasak untuk seluruh keluarga. Sebenarnya dari semua pekerjaan rumah tangga yang paling saya hindari adalah memasak. Dari dulu sebel aja dengan prosesnya yang lama, potong ina itu, belum lagi bumbunya (tau sendiri kan masakan Indonesia yang selalu pakai rempah-rempah gemah rimpah meruah). Setelah selesai masak juga hati belum bisa tenang menikmati masakannya, dapat salam dari cucian piring segunung.

Makanya.... saya suka sekali dengan menu yang simpel2 ringkas cepat dan tangkas (macam sikap pramuka), seperti menu dibawah ini. Sengaja ditulis di blog supaya saya bisa intip kapan saja. Nyadar dengan keterbatasan memory otak yang belum diupgrade semenjak kelahiran anak kedua.

......................

SALMON TERIYAKI WITH SALSA SAUCE.

Resep awal dari @healthyfitnessmeal tapi saya modifikasi sesuai bahan yang ada.


Bahan :
Salmon fillet dilumuri lemon dan garam, lada hitam, dan oregano cacah (oregano aku tambahin sendiri karna sukaa dengan apapun dengan oregano)

Saos Teriyaki :
2 sdm kecap manis
1/4 cup air
11/2 sdm madu
1 sdt bawang putih cacah
1 sdt jahe cacah
1/2 sdt minyak wijen
2 sdt tepung maizena (karna ga ada aku ganti tepung ubi)

Pineapple Salsa :
1 cup nanas potong dadu kecil
1/4 cup bawang merah cincang
perasan lemon
3 chili padi potong kecil
(resep asli pakai jalapeno, cilantro)


Eksekusinya :

Panakan oven 170 derajat, masukan salmon kedalamnya.
Sementara itu buat teriyaki saosnya di panci kecil. Masukan semua bahannya kecuali tepungnya yang paling terakhir. Aduh hingga mengental.
Keluarkan salmon setengah matang, lumuri dengan saos teriyaki. Lalu masukan kembali ke dalam oven hingga bumbu meresap dan salmon matang.

Sediakan hangat dengan Pineaapple salsanya dan nasi putih.

Sebelum dimasukkan ke oven kedua kalinya











Wednesday, May 04, 2016

Ngigonya Lala

Postingan tentang Lala lagi. Jarang2 kan cerita soal Lala. 

Sejak Lala berhasil disapih, (tidak dengan weaning with love sih karna saya tidak sabaran). Anyway, tadinya saya pikir harusnya kan dia bisa sleep thru the night yah, karena ga perlu nyari kendi mamake lagi dan sementara dia juga nga mau nyusu botol. Harapannya sih bisa bobo cantik sambil menikmati resapan masker 11 steps. 

Ternyata harapan hanyalah khayan belaka. Lala sih memang ga minta nyusu lagi, tapi dia sering kebangun karna   ...................    ngigo!
Ngigonya bisa macem2, kadang sambil marah-marah, kadang sambil nangis-nangis, kadang pake jungkir balik segala, digendong ga mau, ditepok2 ga mau. Biasanya sih igauan dia dari reaksi aktifitas dia di siang harinya. 

Beberapa capturan igauan Lala

"Huhuhu...Lala akut naik car! huhuhuhu!! Lala ga mau!! akut naik car!"
---> jadi siangnya ke mall ada mobil2an yang pake koin, ngeliat anaknya seneng banget main mobil2an, emaknya masukin koin biar makin seru main mobilnya. Eh mobilnya nyala anaknya malah jerit minta turun. 

"Nooo Kakaaa!! Ini bukunya Lala!" tidur aja masih ngajak berantem kakanya...*rolling eyes*

"Tiktik unyi hujan diatas enteng." --- > ngigo nyanyi..

"Eeng..eenng.... huhuhu...peluk mamah.....", "Iya sini mamah peluk",..."Gendong mamah".......
"Iyah ini digendong mamah...."......"huhuhu...huhuhuh...huhuhu"... -gendong sambil goyang-goyang- "mo bobo ajahhh...." <---- div="" matanya="" merem..="">

"Lala mo painting!! Lala mo painting! huhuhuhu!" hedeh tengah malam kenapa minta painting sih nakk





 

Monday, May 02, 2016

Lala Dan Lulu

Si Lala sejak usia 2 tahun sifat kepemilikan terhadap sesuatu mulai muncul. Dia mulai bisa sayang pada suatu benda dan posesif banget terhadap benda itu. Akhir-akhir ini dia lagi suka banget sama boneka penguin kecil yang dikasih nama Lulu. Asal mula nama Lulu sih karna susah aja nyebut pinguin, dan biar satu rhyme dengan Lala jadi dikasih nama Lulu deh. Lala dan Lulu. as simple as that.

Kami mengadopsi Lulu dari toko suvenir didalam wahana Adventure Cove. Puas bermain air disana, kami melihat2 suvenir yang dijual, eh pas lagi liat2 boneka yang didisplay Lala ngambil boneka penguin dan minta dibeliin. Sejak itulah Lulu menjadi teman Lala.

Lala dan Lulu kemana2 selalu berdua. Main ke playground, nemenin Lala makan, main, atau ke pasar, ga pernah lupa si Lulu diajak. Bahkan sampai waktu tidur pun belum lengkap klo Lulunya belum dipeluk. Kalau pergi pun Lala ga pernah lupa ngajak Lulu. Bisa aja tuh pas udah rapi dan tinggal mau berangkat, anaknya mogok ga mau pergi dan nangis2 karna Lulunya ketinggalan.

Lala juga protes berat kalau ada yang ngambil Lulunya tanpa izin. Biasanya dia bakalan teriak dengan galak ke kakanya yang mau minjem Lulu buat mainan. Kalau lagi begitu akhirnya kakanya minta izin dengan baik-baik baru deh Lala (setengah hati) mo minjemin.

Anyway, waktu dulu Keisha masih kecil sih ga pernah ngalamin begini. Dia sempet suka banget sama Barney dan Ariel, tapi ya bonekanya ga sampe dibawa terus.
Sementara adeknya ini saking udah sering bawa Lulu kesana kemari, diajak main trus, boneka penguinnya jadi terlihat buluk, dekil dan ga putih lagi. Tapi Lalanya tetap suka dan sayang sama Lulu. Ada yang anaknya juga suka sama suatu benda dan selalu dibawa kemanapun? Share dong dsini.





Tuesday, March 29, 2016

Balada Beranak Dua

Keributan dua bocils kayanya sudah jadi santapan sehari-hari deh. Misalnya, si kecil maksa kakanya harus joget bareng,sementara kakanya maunya baca buku aja. Si adek yang keras kemauannya nangis jerit2 sampai kakanya akhirnya mengalah dan menurutin kemauan si adeknya. Dari hal-hal sepele kaya gini aja lumayan bikin pijit-pijit kening.

Punya dua anak yang berbeda umur cukup jauh tuh ada plus minusnya. Saya sempat kawatir dengan perbedaan umur Keisha yang cukup jauh, beda 5 tahun dengan adeknya.

Bayangkan, ketika Lala baru mulai belajar jalan, Keisha sudah bersiap masuk SD. Disaat Lala mengenal ABCDE, saya harus mengajarkan Keisha cara berhitung 10 +12 sama dengan berapa.
Film kesukaan Keisha Fairy Odd Parents sementara Lala lebih suka nonton Teletubbies. Kehebohan biasa terjadi ketika di jam menonton masing-masing ngotot mau nonton film favoritnya. Apalagi Lala sekarang udah bisa protes.

Udah jadi menu sehari-hari tuh, rebutan mainan, rebutan buku, rebutan channel tv sampai rebutan mamanya. Si adek juga sedang dalam proses ke-Aku-an. Semua barang diakuisisi, termasuk barang2 kakanya. Kakanya nangis barangnya direbut adeknya juga nangis mempertahankan.

Sering Lala ditinggal berdua aja sama si Mbak, karna saya harus mengantar Keisha les piano atau kelas madrasah. Kasian sih tapi juga ga mungkin diajak dan di momen itu biasanya saya ajak ngobrol Keisha dari hati ke hati, sesuatu hal yang biasanya sulit dilakukan ketika ada Lala. Saya coba memahami perasaan Keisha yang sekarang harus berbagi perhatian kedua orang tuanya dengan adeknya. Kadang saya merasa ga adil dan terlalu ekspektasi lebih ketika meminta Keisha unuk selalu mengalah pada adiknya.

Walau tiap hari selalu ada drama yang lumayan bikin tontonan. Untung tetangga kanan kiri maklum dan belum protes denger teriakan anak bayi yang 10 oktaf kalau minta sesuatu.

Saya jadi kilas balik ketika saya dengan kaka satu-satunya masih kecil. Usia kami berjarak 5 tahun. Waktu saya baru masuk SD kaka sudah mau masuk SMP. Kaka saya ngefans dengan NKOTB dan Scorpions, jadi saya dari SD sudah lumayan kenyang lah ya sama lagu-lagu mereka. Berantem hampir tiap hari sampai nangis-nangisan dan gebrak pintu kamar masing-masing. Sampai-sampai si mamah udah ga tau lagi mesti ngapain dan bilang mending kita keluar aja dari rumah ini kalau ga mau baikan. Dan kami berdua langsung nginyem dan baikan lagi takut sama ancaman mamah.

Sekarang sih sejak kami berdua sudah menikah, berkeluarga, punya anak masing-masing, justru malah bikin kami semakin dekat dan support each other. I can tell her about anything..everything..diskusi semua hal. She is my best friend and I love her so much. We only have each other.

Hal inilah yang ingin saya juga tanamkan ke anak-anak. Berkali-kali di setiap kesempatan misalnya setelah membaca buku atau pillow talk, saya cerita soal hubungan saya dengan kaka saya, dan ekspektasi saya pada Keisha dan Lala untuk saling saying dan take care of each other.
Lala tentunya belum ngerti soal ini, tapi saya memberitahunya agar selalu sayang kakak dengan sharing ke kakanya atau sekedar menunjukkan muka prihatin ketika kakanya sakit atau terluka. Perlahan-lahan walau awalnya harus penuh tangisan dulu, akhirnya si kecil mau sharing.

Monday, March 14, 2016

Aussie Summer Trip - Gold Coast

Akhirnya sampai di bandara Coolangata yang sumpek dan kecil. Ga usahlah ya bandingin dengan Changi, si bandara terbaik nomer 1 di dunia. Ini sama bandara Soetta aja masih jaih lebih bagusan dan gedean Soetta.

Udahlah cuma sempat tidur sejam, mata merah dan kepala kaya ada asap kabut, sampe ga bisa mikir. Rasanya pengen guyur muka pakai kopi sebaskom. Eh.. proses imigrasinya mengular panjang dan sangaaat leleeeet dan ga teratur.

Loket imigrasi padahal ada banyak tapi yang buka cuma 3 sementara satu pesawat gede itu semuanya turun dan langsung ke imigrasi. Lah ya saking ciliknya bandaranya ya turun pesawat langsung imigrasi.  Ga kaya Changi dari turun pesawat ke imigrasi itu jalannya lumayan dan banyak yang bisa diliat. Eniwei...antriannya mengular dan ga jelas. Banyak keluarga sama anak kecil juga, untung Lala masih bobok jadi bisa anteng. Sementara Keisha sudah aku suruh baca buku jadi dia ngelosor di pojokan yang bisa kita liat. Ada berkahnya juga ternyata Lala ga bobo dipesawat, jadi dia bobok sepanjang antrian imigrasi yang hampir sejam itu.

Pas keluar imigrasi tuh legaa banget...Langsung ambil koper, klaim barang bawaan (kami bawa kacang, roti dan susu lala) dan lolos2 aja. Akhirnya bener2 keluar di bandara dan menghirup udara luar. Hello Gold Coast!

Di bandara kami ambil mobil rental di Hertz yang sebelumnya sudah dibooking online. Nunjukin bookingan dan passport sama jaminan cc. Cepet banget udah beres, langsung dikasih kuncinya. Kami juga minta car seat untuk Lala walaupun kata petugasnya ga perlu sih kalo turis. Tapi kan takut tiba2 diberhentiin polisi ya jadi kami tetap minta pasangin. Walaupun pada akhirnya Lala ga mau duduk sama sekali di car seat. *sigh*

Karna hari masih pagi rencananya mau langsung ke Dream World aja. Dari bandara ke DW sekitar satu jam, perjalananan lancar dan ga macet kata Arief. Saya sih ga tau karna begitu masuk mobil saya lanjut tidur di bangku belakang sama Lala. Melek bentar trus tidur lagi, melek tidur lagi, begitu trus sampai saya dibangunkan Arief ketika dia minta tolong liatin peta. Si bapak ga pede pake GPS ternyata padahal tinggal bentar lagi sampai.

Gold coast lagi banyak konstruksi ya, jadi jalanannya agak2 membingungkan dan lupa disbanding 3 tahun lalu. Akhirnya ketemu juga sih Dream Worldnya. Udah sampai parkirannya liat anak2 bobo pules banget kok ya malah ga tega ngebangunin. Aku juga ko lemesss banget bawaannya mo tidur mulu. Akhirnya mutusin balik ke hotel sajah dengan harapan udah bisa early cek in.

Nyampe hotel kasih tanda booking dan minta apakah kamarnya sudah siap. Alhamdulillah udah bisa masuk! Receptionisnya udah maklum kalli ya liat muka kita yang awut2an dan mata merah semua. Proses cek innya cepat banget. I laik! Nanti diposting juga deh soal apartemen kami di GC.

Kamarnya ternyata bagus dan luas banget diluar ekspektasi. Super happy! Kami cuma naruh koper doing, bersih2 badan lalu lanjut pergi lagi nyari makan siang.

Kami makan di Charis Seafood yang juga jual fresh seafood. Lobster dan kerangnya seger2 bangettt... Pengen semuanyaaa tapi sayangnya disini ga bisa masakin jadi cuma beli mentahnya aja. Sementara menu yang sedia hanya seperti ini. Seporsinya cukup mahal ya, tapi emang guede banget! Apalagi kayanya semua restoran ko royal amat yah sama French friesnya kalau ngasih ko sampai melimpah ruah, blenger sendiri jadinya kebanyakan kentang.



 
Nanya sup disini buat Lala dan ga ada, adanya cuma salad. Yakale fish and chips makannya barengan sama sup ayam.
 
Fish and chipsnya enak kok, Calamarinya jugaa... Endeuss banget. Disini ga bisa makan ditempat ya, tapi diluar disediakan bangku2 taman untuk makan. Jadi kami bawa paket makanan kami keluar dan makan sambil dipelototin puluhan seagull yang minta jatah preman.
 


Langsung inget film Nemo, Seagullnya semua bilang "mine..mine..mine"


Seagullnya sih ga nakal nyolong2 makanan. Tingkat kesabaran mereka cukup tinggi pura2 acuh tapi  mau nih ye..tiap Keisha atau Lala lempar kentang mereka langsung rebutan.

Ini tempatnya asik banget deh, di pinggir pantai tapi ada tempat barbekyunya dan playground. Ceritanya sih mau sok-sokan ala-ala bule makan di udara terbuka sambil liat laut dan dikelilingi seagull. Tapi nyah rumah kawatir dengan angin laut yang kencengnya ga kira2, kawatir pada masup angin. Mana ada kan wedang jahe disini. Akhirnya setelah puas makan dan anak2 selesai ngelemparin sisa kentang ke burung2 yang ga kenyang2. Kami balik ke mobil dan menuju apartemen.


concrete jungle


Eh di perjalanan pulang kok ada playground pinggir jalan. Gede lagi, dan mobil2 banyak parkir disisi jalan begitu aja. Tentu saja kami ikutan parkir dong, kekepoan mengalahkan rasa ngantuk.

Dulu 3 tahun lalu belum ada playground ini, kaget dan senang deh pas liatnya, Playground Broadwater Parklands lokasinya di depan Australia Fair Shopping Centre. Parkir aja di sisi jalan juga boleh kok. Setiap weekend ada waterplay nya dibuka dengan biaya 5$ peranak. Untuk playgroundnya sih gratis kok. Keisha dan Lala seneng banget main disini dan ga mau berhenti.





Udah puas main kami pulang ke apartemen. Begitu liat kasur semuanya langsung rebahan.. aaakk kangen bobok dikasur!! Demikianlah sisa hari itu agenda liburan kami adalah TIDUR!

Pelajaran lah berikutnya mending ga usah naik pesawat Red-Eye Flight. Yang tadinya mau ngehemat satu malam malah sama aja kan jadinya. Kecuali kalo anak2 sudah gede dan bisa ngatur tidurnya sendiri.

Sunday, March 13, 2016

Aussie Trip Gold Coast - Sydney ( Preambule)

Perlu waktu 3 bulan lebih ternyata buat ngumpulin mood nulis postingan liburan tahun lalu. *cucimukapakeairkembang*
*biarseger*
*biarawetmudakayasusanna*
*ujung2nya horror*

------------------------

Akhir November kemarin kami berkunjung ke negeri koala lagi, tepatnya ke Sydney dan Goldcoast.
Kenapa Goldcoast lagi padahal 3 tahun lalu sudah kesana? Karna belum nyobain semua theme parknya! We looooved theme park! Dan Goldcoast punya 5 theme park yang keren-keren dan tempat-tempat seru lainnya, wajib mesti dikunjungi.

Selain GC tadinya mau ke Melben juga, mo wisata coffe shop yang lucu2 disana (cetek yah alasannya). Tapi jadi memutuskan ke Sydney, yah apalagi jika bukan karna icon kotanya ini. Selain itu sekalian mau berzumpah dengan teman kami yang tinggal disana. Insya Allah semoga bisa kapan2 ke Melben juga kalau ada umur dan duwit tentunya. *tanampohonduit*

Dari Singapur - Goldcoast kami naik pesawat Scoots, karena pengennya direct flight yang malam dan harga promonya lumayan banget. Pikirnya sih karna penerbangan Red-Eye Flight gini ga perlu lah makan atau entertainment. Masuk pesawat langsung bobok lalu nyampe.

Yeah right... harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

Dimulai dari anak bayik yang sudah bukan bayik lagi karna usianya sudah 2 tahun jadi dapat bangku sendiri. Eh..dianya nolak dong duduk sendiri dan ga mau dipakein seatbelt. Maunya  gelendotan sama mamanya dipangku duduk ngadep dada mamanya.

Walaupun udah dibujuk berbagai cara tetap ga mau anaknya duduk sendiri. Teriak-teriak seantero pesawat dengan suaranya yang nyaingin oktafnya Meriah Keri. Sementara kru Scootsnya udah bolak balik nyamperin dan ngingetin supaya Lala duduk sediri. Padahal saya dan Arief sudah bolak balik minta infant seatbelt aja, tapi ga dikasih karna dibilangnya sudah punya tiket sendiri ya harus duduk dibangkunya.

Aselik Lala tuh keukeuh megangin saya ga mau ngelepasin saya dan teriak2 histeris ada kali setengah jam dan ada satu momen pramugarinya ngerubungin saya semua. Sampai akhirnya saya agak marah bilang, "Go ahead if you can ask her to sit on her seat. I can not force her.  It would be easier for us if you just give me the infant seat belt!". Baru deh habis itu dikasih sama salah satu pramugara cowoknya sambil dibilang ini pengecualian blablabla. halah!

Akhirnya setelah drama babak satu yang heboh pesawat ga lama take off. Lala kecapean nangis minta nenen trus bobok, sambil trus megangin emaknya. Ga lama Keisha juga minta bobok, aku juga udah yang ngantuk pisan, gara-gara malam sebelumnya sibuk packing dan seharian ngantor dulu. Udah siap-siap mau bobok dan ambil posisi yang enak mindahin Lala. Ehhh...bocilnya kebangun dong!

.. Dan ga bobok lagi...sepanjang perjalanan.. *cray cray*

Anaknya jumpalitan sendiri, ga nangis sih, cuma ga ngebiarin orang lain bobo juga. Terpaksa deh saya nemenin dia main stiker, bolak balik lorong pesawat, main ke toilet, bacain buku sambil ngemil. Rasanya saya pengen ganjel mata pake korek api saking ngantuknya.  Sampai cahaya matahari muncul di jendela pesawat baru Lala minta nenen dan akhirnya bobok juga. Saya juga langsung tidur sampai akhirnya pesawat mendarat di bandara Coolangata. Lumayan lah sejam bobok2 lucu.

sakarepmu dweeeh....

Naik Scoots sebenarnya nyaman, pesawatnya gede Boeing 787, jarak kakinya luas, jok kursinya lebar dan sandaran kepalanya nyaman. Sangat lumayan untuk sekelas pesawat budget. Cuma sayangnya sikap pramugarinya kurang fleksibel disituasi kemarin. Saya pikir Lala semakin drama karna dia takut waktu pramugari2nya ngerubungin kita nyuruh Lala pakai seatbelt.

Padahal ketika naik Jet Star domestic GC - Sydney tanpa komentar pramugarinya langsung ngasih infant seatbelt ketika saya bilang Lala ga mau duduk sendiri. Cuma diminta nunjukin boarding passnya Lala aja. No drama at all.

Begitupun ketika pulangnya Sydney - Singapore dengan Garuda Airlines. Dengan sigap pramugarinya langsung kasih infant seatbelt ketika aku minta. Katanya juga wajar kalau anak seusia Lala masih pake infant seatbelt. Lala juga relative tenang jadinya ketika masuk pesawat dibiarkan duduk dipangkuan aku dan ga dipaksa duduk sendiri.

Jadi agak sebel kan sama si pramugari2 Scoots itu yang keukeuh maksa Lala duduk sendiri. Padahal ternyata di maskapai2 lain ternyata gapapa. Setelahnya kami ke Jakarta bolakbalik naik pesawat juga gapapa ketika Lala masih pake infant seatbelt.

Tapi gara2 incident itu sekarang Lala jadi takut tiap naik pesawat. Padahal waktu bayi gapapa. Setiap masuk pesawat udah ketakutan dan melukin kita mulu. Di pesawat juga maunya dipangku aja. Dia bahkan bilang sendiri, "Lala takut naik eloplen, Lala naik eloplen angis."

Tipe anak memang beda-beda ya, dulu pas Keisha bolak balik naik pesawat dari bayi sama sekali ga ada drama. Bisa banget Keisha anteng di pesawat, duduk sendiri pasang seatbelt, baca buku, gambar2 atau mainan ipadnya. Berapa kali saya naik pesawat berdua Keisha saja dan lancar2 aja anaknya
sangat kooperatif. Sampai saya bikin tips-tips perjalanan naik pesawat yang nyaman dengan anak dulu disini. Sekarang wis bubar semua lah tips-tipsnya di Lala..

Preambulenya kepanjangan nih lanjut postingan berikutnya aja ya.





Thursday, March 10, 2016

Review Skincare : Scinic Snail All in One Ampoule

Sejak kenal skincare ala korea yang stepsnya banyak itu, saya jadi sering2 browsing produk-produk keluaran Korea. Yang ternyata boanyaaaak bangett jenisnya dan macam2 nama serta khasiatnya. Mau diikutin satu2 ya kok kayanya kantong bisa tipis ya. Lagipula saya tipe yang setia, kalau sudah suka dan cocok sama suatu barang/produk ya itu2 aja. Kaya dulu sempat bertahun-tahun pakai SKII. Habis - beli lagi - habis - beli lagi. Efeknya sih muka eke yah gitu2 aja sebenarnya, cuma karna ga pernah breakouts dan cocok-cocok aja jadi males ganti lagi.

Berhubung saya anaknya simple, skincare korea yang saya pake paling sekitar Innisfree dan Etude. Yang gampang dicari, storenya hampir di setiap mall ada, dan ga mahal! Alhamdulillah sekali pake langsung cocok di kulit wajah, langsung kenyel2 bak pantat bayi tiap pagi. Bersyukur juga jenis kulit saya yang ga neko2 tipenya, sungguh pengertian sama kondisi dompet pemiliknya.

Tapi dasar manusia masih aja ada yang kurangnya. Pas browsing2 ko ya penasaran sama si serum/ampoule bekicot yang katanya luar biasa khasiatnya. Diantara produk bekicot yang lain, Scinic Snail All in One Ampoule yang paling bagus reviewnya. Cuss lah jiwa kiasu muncul langsung pesen si ampul bekicot ini.


Jadi Scinic Snail all in one ampoule ini paket 3 in 1 skin toner + essence + moisturiser. Buat yang ngerasa ga sempet atau sibuk dengan rutinitas oles2 skincare korea yang banyak tahapnya, ampoule ini bisa menghemat waktu dan budjet.

Apalagi katanya khasiatnya untuk memperlambat penuaan/anti aging, mencerahkan wajah, double hydrating dan memperbaiki kerutan/garis wajah. Sesuai banget lah sama tujuan saya yang lagi rawan2nya muncul kerutan tiap liat tagihan.
Sehabis tiap malam selama satu bulan oles2 Scinic Snail all in one Ampoule beneran loh hasilnya.
Kulit muka saya terasa lebih kencang, bangun tidur pas ngaca pori2 saya tertutup, lembut dan terasa kenyalnya lebih lama.

Teksturnya bening, agak mirip lendir bekicot tapi ga sticky. Ringan, ketika ditempelin ke muka dioles2 langsung terasa dingin, dan ga pake lama langsung terserap seketika. Di saya bagus banget menyembuhkan dehidrasi kulit yang suka tiba2 mengelupas sendiri. Setelah rutin pakai ini tiap malam, over dehydrate kulit saya ga pernah muncul lagi walau seharian ga pake cream apapun. (ini kalau saya sedang dirumah aja ya, kalau pergi pasti wajib pake sunblock).


Yang saya suka dari produk korea adalah, produknya selalu non alcohol dan non paraben. Scinic Snail All in One ini misalnya sebagian besar bahannya adalah sekresi bekicot, peptide, dan aloe vera. Bahkan katanya cocok untuk semua jenis kulit. Wanginya juga lembut menyenangkan dan gak mengganggu. Ukuran botolnya agak lebay, isi 250 ml dan dilengkapi dengan spatula. Saya pakai tiap hari cukup seujung spatulanya, dan level cairannya ga berkurang2 sampai saya share ke teman2 saya. Itu aja masih ada isi setengah botol lebih. Really worth for money mengingat harganya juga ga terlalu mahal.

Saya beli online di www.jolse.coms. Bisa free shipping world wide, tapi harap sabar ya sampainya bisa sebulan lebih. :)


Wednesday, February 17, 2016

Sama Aja...

Kalau dirumah suka susah buka laptop untuk ngecek email, atau buat urusan kerjaan. Keisha sih sudah bisa dikasih pengertian dan ga ganggu mamanya, tapi kalau Lala malah pengennya ikut ngetik dan kalau udah bosen maksa ngajakin main.

Karna suasana di rumah kurang kondusif, rencananya mau ngungsi ke cafe deket-deket rumah biar bisa fokus sama kerjaan. 

Bawa laptop, bawa agenda planner, pulpen, power bank, lengkap lah pokoknya. Pergi ke cafe deket rumah buat ngerjain pe-er dan proposal.
Sejam berlalu....

Kertas planner masih putih bersih, monitor kosong, chamomile tea sudah hampir habis. Yang tadinya mau kerja malah tekun mantengin hapenya.
Sudah kuduga.... zzzzz

Thursday, February 11, 2016

Serba Serbi Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja

Postingan ini sih bukan nambah-nambahin moms war di luar sana ya. Ini sekedar curhatan semata, pengalaman pribadi saya yang pernah mengalami dua status tersebut. Dari awal nikah hingga lahirnya Keisha, saya bekerja dan baik2 saja. Lalu resign karna ikut suami kesini, jadi ibu rumah tangga selama setahun sambil nunggu izin kerja. Pas dapat izin, langsung ngelamar kerja dan diterima, kerja hingga kurang lebih 6 tahun. Tadinya mengira akan selamanya bekerja hingga pension, eh malah kantor dilikuidasi, jadi IRT lagi deh.

Saking sudah terbiasanya dengan ritme kerja jadi sempat ngerasa akward ketika pagi-pagi bangun tidur ga perlu harus buru-buru ke kantor. Begini kali ya rasanya orang pensiun. Untungnya sih langsung disibukkan dengan kegiatan parent support group di sekolah Keisha jadi ga bengong2 amat.

Beberapa kali mengalami pergantian status dari ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, yang paling berasa kondisi yang dialami IRT versus ibu bekerja, antara lain;

Soal Masak..
Sejujurnya saya payah banget dalam hal memasak. Jadi pe-er terberat ketika menjadi IRT dan tanpa asisten adalah memasak. I know..i know...semua hal bisa dipelajari kalau bersungguh-sungguh. Masalahnya saya ga tertarik untuk masak. Bagi saya masak itu repot banget, udah harus nyiapin bahan2nya, prosesnya lama, eh makannya paling cuma 10 menit.
Liat-liat resep pastel, stepnya ada 20 dan mesti nungguin adonan setengah jam. Bubar lah, ngunyah curry puff aja dari Old Changkee. Kayanya saya lebih cocok sebagai penikmat makanan deh. Nah kalau jadi IRT siapa yang mesti masak kalau bukan saya? Ga mungkin juga kan tiap hari bungkus chicken rice di warung terdekat.

Soal Me-Time.
Jadi IRT mana ada me time? Mo nonton TV lihat Ellen show - rebutan remote sama anak. Ngecek sosmed di HP - ada yang mo ikutan main henpon, nongkrong di WC - digedor2 si kecil, nyuri2 waktu lari - tapi pikiran ga tenang, ada segambreng urusan domestik yang belum kelar. Mau tenang2 baca buku, anak bayi minta nenen... Meh...
Working mom. Percaya deh, sesibuk apapun, sebanyak apapun kerjaannya, pasti akan ada masa idle-nya. Masih bisa lah baca-baca media internet, browsing ini-itu. Atau coffe break dengan kolega. Belum lagi me-time di perjalanan pp rumah-kantor. Bisalah itu sambil baca buku, atau mainan henpon sampe batre abis.

Soal Finansial
Ini mempengaruhi ke banyak aspek sih, tapi ambil contohnya aja di masalah belanja. Kecuali suaminya adalah anggota DPR atau pengusaha taipan sekelas Bakrie yang uangnya semacam amuba bisa memperbanyak dengan membelah diri, jadi irt sepeti Mama TaiTai yang hari-harinya diisi dengan perawatan tubuh atau high tea session dengan teman2.
Ketika jadi IRT walaupun sudah dikasih uang saku sama suami tapi kan mana bisa jajan listik seenaknya atau belanja ols setiap ada keluaran terbaru.
Tentu saja beda ketika masih bekerja, yang prinsipnya duit suami ya duit istri - duit istri ya duit istri dewek. Mau beli tas juga ga perlu merasa bersalah kan bisa dibilang duit bonus.

Soal Curhat
Tantangan lain menjadi IRT adalah, apalagi saya yang sumbunya pendek dan gampang tersulut, ketika lagi kesel sama anak atau suami atau keadaan rumah yang kotor. Mana bisa curhat coba? Ga mungkin kan curhat ke watsapp grup atau temen atau keluarga. "Aduh capeek bangeeet..pinggang udah mo patah abis beresin rumah, tapi anak rewel." Masih mending kalau komen yang didapat; "Sabar ya Bunda..ada masanya anak rewel" Tapi kalau dapat respon begini; "Ah, ga seberapa ini. Kemarin anak saya demam panas tapi saya masih sempat masak sup gingseng dan ngecat rumah" .... kemudian ada notif  "Dessy lefts group"

Setidaknya kalau di kantor lagi kesel sama bos atau kolega kerja, masih bisa curhat. Misalnya....
S : "Eh, si A nyebelin banget deh, carmuk banget sama bos. Gw dibilang ga bisa kerja"
B : "Hih padahal si A itu kerjanya berantakan dan ga pernah beres. Udah banyak loh yang komplen soal si A."
C : "Dia tuh emang rese, lo tau ga kalo A itu diem2...blablabla....."

Nah kan..gayung bersambut. Emang paling enak kalau lagi esmosi membara gitu curhat trus diladenin dan ditambah gosip2 hot. Setelah curhat niscaya hati lega pikiran cerah.

Dari poin-poin diatas itulah kemudian saya mantap 97% memutuskan untuk tetap kembali bekerja dan keputusan ini pun sudah didukung nyata oleh suami dan orang tua.  Eh dilalahnya semalam pas lagi ngobrol santai depan TV, si mbak asisten tiba-tiba bilang keinginan dia untuk kerja di pabrik Jepang. Selama ini ternyata dia sudah cari-cari info prosesnya, kehidupannya, sudah studi riset lah katanya. Cuma ga enak aja dia bilang sama saya, soalnya itu berarti dia mutusi kontrak secara sepihak kan.

Saya ga tau apa rencana Allah untuk saya. Mencoba berpikiran positif dan berprasangka baik saja atas ketetapan-Nya, karena Allah itu sebagaimana prasangka hamba-Nya. Tetapi saya juga ga mau menahan rezeki orang, apalagi si Mbak yang terkesan ingin mengembangkan ilmu dan pengalamannya. Mengingat cari mba asisten pengganti yang handal dan bisa terpecaya sama susahnya dengan cari jodoh, saya belum tau apa yang sebaiknya saya lakukan. Entahlah ....

Bukan berarti menjadi seorang ibu rumah tangga sesuatu hal yang penuh dengan pengorbanan dam banyak yang tidak enaknya, rewardnya pasti ada disisi lain, walaupun mungkin bukan berupa material.  Dulupun ketika masih bekerja saya sempat sedih ketika ga bisa menemani anak yang sedang sakit. Atau ketika anak libur sekolah, saya ga bisa mengajak kemana-mana karna ga bisa ambil cuti.

Walaupun diatas kebanyakan lebih ketakutan-ketakutan saya sebagai irt. Jauh dilubuk hati saya yang terdalam juga pengennya dirumah, ngurus anak dan suami. Siapa yang ga pengen, rumah rapih, Wangi cinnamon dari kue yang baru dibaking, anak2 pintar dan sehat, suami tambah sayang, belum lagi diiming-diimingi ganjaran pahala Surga! Hamdallah!
Seriously, I salute you mommies who can handle 3 or more kids and still have good time with herself. I want to learn from those mommies atau punya stock elf yang bisa dibeli?

Semoga ini cuma masalah adaptasi aja, karna terbiasa bertahun2 kerja jadi agak parno dan mikir macam2 ketika diharuskan menjadi irt. Padahal apapun pilihannya kalau kita ikhlas akan ringan dijalanin. Ya kan? Stay at home mommies diluar sana ada yang mau share pengalamannya disini? Atau mau nambahin kelebihan2 sebagai sahm?

Saturday, February 06, 2016

Birthday Staycation at Legoland Hotel

Pas ulang tahun Keisha kemarin kami sengaja kasih sesuatu yang beda dari biasanya. Biasanya juga paling perayaan kecil2an saja sih di rumah. Tapi karna usia 7  tahun ini artinya Keisha sudah melewati masa anak-anak, dan sudah bias dikasih tanggung jawab lebih besar

Pengennya yang ga jauh dari rumah, namanya juga birthday/weekend staycation kan.  Pilihannya jatuh ke LEGOLAND hotel, yang cuma sejam perjalanan dari rumah.

Sengaja ga kasih tau apa2 ke Keisha biar surprise. Sepanjang jalan di mobil pun dia masih yang nebak2 tujuan dan kami cuma kasih clue tapi tetap ga ketebak. :) Sampai akhirnya mobilnya belok ke bangunan hotel LEGOLAND, mukanya ni anak berubah, Keisha langsung "ohmygosh ohmygosh" dan jumpalitan di mobil. hihihi...

"Are we really gonna stay here mom? Oh MyGosh! this is the best birthday ever, I Love you Mom, Dad! I promise I WILL LISTEN WHATEVER YOU SAY." yak catet kalimat terakhir.

Alhamdulillah, our birthday staycation in LEGOLAND hotel was really awesome. Sakseis dong ceritanya bikin surprise. Keisha was uber happy bahkan Lala juga ikutan anteng dan happy. Anak2 senang orang tua bahagia dong jadinya. Keisha said LEGOLAND hotel is the best hotel ever and we totally agreed.

Here are the list why we thought LEGOLAND Hotel is super awesome

1. Proses Check in dan Check out :

Walaupun jam check in/out nya agak aneh. Check in jam 3 sore dan check out jam 11 pagi, tapi prosesnya cepet banget ga perlu nunggu waktu lama udah beres.
Pas kami datang sih kamarnya memang belum siap, tapi kami boleh titipin koper di penyimpanan bagasi, sementara anak-anak bisa main lego di lobbynya atau ke waterparknya.

2. Lobi hotelnya yang kids friendly. Lobinya sih ga gede2 amat ya, tapi begitu pintu masuk anak2 sudah disambut dengan ribuan lego yang bisa dimainkan. Lobinya hamper selalu ramai dan riuh menyenangkan dengan suara anak2 yang bermain. Anak2 bolak balik keluar masuk castlenya atau main di pirates ship.


 
 
2. The ROOM
 

Tipe kamar disini secara umumnya ada 3 tema; Pirates themed, Kingdom themed, dan Adventure themed. Tentu saja kami pilih Kingdom themed, dan ternyata kamar jenis ini letaknya di lantai paling atas.

Kamarnya sendiri gede! Ada dua ruang tidur yang dipisah oleh pintu geser dan satu kamar mandi dengan wastafel dewasa dan anak2. Ubercute! liat deh foto wastafelnya dengan gelas kumur2 anak2 dan amenities lengkap untuk anak.

Tempat tidur utamanya juga lega! Kami tidur berempat pun muat. Walaupun Keisha lebih tertarik bobo di bunk bednya sih. Bunk bednya sendiri sebenarnya bisa muat untuk 3 orang dengan tivi sendiri. Jadi ga perlu rebutan mau Disney channel atau HBO, nasib dirumah selalu ngalah sama anak. Kapasitas kamar ini bisa ditempati untuk 5 orang. Jadi bisa lah kalau nannynya mau diajak sekalian bisa tidur di kamar anak.

Selain itu disetiap kamar juga ada treasure box yang kalau dibuka harus bisa memecahkan teka teki nya dulu.  Didalamnya ada hadiah souvenir dari LEGOLAND untuk anak2. Nah malam2 ketika anak2 sudah tidur, kami ngebuka lemarinya duluan dan ngumpetin hadiah ulangtahun dari kami. Pas pagi2nya pura2 ga tau dan nyuruh Keisha sendiri yang cari jawabannya, ternyata dia bisa. Pas dibuka treasure boxnya dia kaget ada banyak banget hadiah. hihihi..berhasil bikin surprise.


3. Fasilitas

Well, selain mengunjungi dua themed park, LEGOLAND park dan Waterparknya tentu saja. Salah satu keuntungan stay di hotelnya, kami bisa keluar masuk parknya sepuasnya. Pagi masuk LEGOLAND park trus siang2 balik hotel buat bobo juga bisa. Sorenya lanjut masuk waterpark misalnya. Tapi karena di hotelnya sendiri juga banyak kegiatan, ujung2nya kami malah lebih senang main di hotel. status ogah rugi juga sih ini. Apalagi LEGOLAND park panasnya masih kaya matahari ada sepuluh. Pohonnya kapan bisa tinggi2 dan rimbun sih disana.... >_<

Tapi anak2 tuh udah happy banget loh main di hotel. Apalagi tiap hari ada daily activities yang berbeda. Kaya pas Keisha kemarin ada kompetisi bikin spaceship dari lego, eh dia menang loh dapat souvenir lagi dan sertifikat.  Benar2 banjir hadiah deh di LEGOLAND hotel.

Selain itu anak2 juga bisa main di Children Play Area. Ada lego brick ukuran besar, anak2 seneng banget bikin tower atau castle tuh. Jangan kawatir lego bricknya dari gabus jadi ga bakal sakit kalau tertimpa.

Bosen main lego? bisa dansa dansi dengan Xbox kinetic. Ini seru banget loh dan lucu!

Malamnya ada pertunjukan teatrikal musik yang lucu di lobby dan dilanjut dengan joget bareng dengan para karakternya.  Kalau masih belum ngantuk bisa ikut nonton movie night dengan film2 pilihan. Tapi sayangnya dua anak ini sudah tepar kecapean abis main di waterpark sesorean. Jadi kami balik ke kamar naik lift yang setiap ditutup ada music dan lampu disko. Iyaloh lanjut lagi dua anak ini joget2 di dalam lift.




 



Berhubung kedatangan kami disana bersamaan dengan hari ulang tahunnya Keisha. Keisha dapat birthday cake compliment dari hotel. Jangan lupa minta free pass untuk themed parknya, lumayan dapat priority tanpa antri masuk ke satu anjungan.

Thursday, January 28, 2016

Saying Goodbye

Its hard to leave anywhere. Even if the place sucked. Its hard to leave anywhere at all.

Hampir 6 tahun saya kerja di perusahaan ini, pertama kalinya pengalaman bekerja di Singapura. Masih anak kampung, masih minim pengalaman mumpuni, minderan, piyik dan polos. Dari awalnya yang culture shock sama local staf singaporeans nya yang minim ngomong dan sekali buka mulut langsung petasan (untung bapak2 manajernya baik2 sama si anak bawang ini) sampai sekarang gossip bareng, konyol2an di karaokean bareng.

I met a lot of people, some are $#*@..tuttt... Yah dimana2 pasti ada lah ya yang ajaib dikantor, tarik napas aja dan gosipin di pantry biar lega. But mostly are nice. I learned a lot here. Banyak banget. Sering banget kerjaan nonstop kaya air limbah dan kasus bertubi2 atau ketika mata saya langsung nambah minusnya karna pandang2an mesra nonstop sama laptop. Tapi ada masanya dimana ketika vendor datang ngasih sekardus pisang ijo dan pempek trus dimakan rame2 sambil ngegosip. Disitu saya merasa bahagia, pake hashtag bahagia itu sederhana.:)) Kantor mana lagi coba disini yang bisa kaya gini?

I love my job here. So much. Sempat kepikiran bakalan sampai pensiun kerja disini saking udah nyamannya  Eh..namanya manusia cuma bisa berencana ya...

Ketika akhirnya kantor ini diputuskan untuk ditutup karna isu politik awal tahun lalu, ga cuma saya aja yang ga percaya, bahkan sampai jajaran direksinya juga masih ga yakin. Berbulan2 beritanya simpang siur, tutup ngak, masih jalan, tutup. Walah gini ya rasanya di PHPin trus.

Awalnya emosi saya lebih cenderung ke sedih, dilema tentu saja dengan nasib kedepan, plus ikutan kesel kantor difitnah.  Tapi lebih banyak sedihnya ketika satu persatu teman2 di laid off, mereka yang sudah bekerja belasan/puluhan tahun loh dan rencananya mau menghabiskan masa hingga pensiunnya disini, para homestaff yang baik2 yang dipulangkan termasuk Pak Bos yang baik  banget tulusnya, (ini saya nangis pas beliau pamitan) sampe akhirnya satu departemen isinya tinggal 5 orang.

Terlalu banyak emosi sampai jadi udah males lagi kalau ditanya topik ini. Pengennya sih tentu saja ngak ditutup. Cape bok mesti mulai semuanya lagi dari awal. Tapi yahh..namanya perusahaan Negara, saya yang awalnya reaksinya sedih sekarang mau diapain juga ya pasrah.

Hidup selamanya ga akan bisa lancar trus macam jalan tol, yes? (Tahu sih, tapi kenapa sih kalau liat tetangga rasanya hidupnya lancar2 aja?) hush!! Maaf ya Allah...mesti belajar ningkatin ikhlas nih.. Positif thinking aja sama rencana-Nya. Mungkin kalau selamanya saya di zona nyaman, saya ga akan belajar menjadi lebih baik.

Besok hari terakhir saya disini dan juga semua pegawai kantor ini yang masih  tersisa. Tadi habis farewell lunch di Carousel, restoran buffet biasa tiap kantor ngadain buka puasa bareng. Meja kerja sudah dibersihkan, box berisi barang2 saya sudah dibawa pulang kemarin. 2 box besar, hahaha ga nyangka selama 6 tahun disini nimbun banyak barang2, segala bon2 dari 3 tahun lalu aja disimpen.

Senin saya sudah jobless. Tentu saja nantinya saya akan merindukan kantor ini, kangen cheap talk dengan teman2 kantor, kangen suasana orchard yang sepi di hari kerja (karna kalau wiken ramainya kaya thamcit pas bulan puasa). Satu sisi bisa bobo siang dan uyel2an sama anak2 sepuasnya. Semoga ga bingung dan jadi luntang lantung jadi pengacara, semoga saya bisa jadi pengguna sarana - pengangguran yang berguna bagi bangsa, negara dan nusa. *krikkrik*


FAREWELL...


 
 
and THANK YOU..

Tuesday, January 26, 2016

Review Skincare (Ala-ala)

Saat ini lagi booming kan ya perawatan skincare ala korea. Selama ini jarang2 tuh saya yang ikut2an trend. Temen2 asik smule-an, saya tetep diluar lingkaran. Ga kekinian yah, tapi ga apa-apa juga sih. Sadar diri soalnya demi kemaslahatan bersama, mendingan suara fals yang ngalahin speker eskrim Miami digunakan untuk nyuruh anak belajar aja.

Pas Rani cerita soal perawatan wajah ala kincare korea ini saya jadi baca review2 nya. Karena kulit saya kebetulan yang gampang2 susah. Dimana hampir ga pernah jerawatan tapi sangat sangat kering.  Mo ditutupin pake foundation seiluminating apapun, yg bikin muka sparkling tetep aslinya muka kering. Nah ini biasanya kejadian di saya, tiap abis wudu mekup luntur semua, muka kembali ke wujud aslinya. Trus saya males olesin moisturiser lagi sementara kondisi ruangan ber AC. Alhasil muka langsung kering sampe terkopek2 kulitnya macam ular ganti kulit.
 
Apalagi kalau udah kering gitu, selain kulit muka terkopek, garis senyum dan mata jadi makin jelas terlihat.. huhuhu...*botox mana botox*
 
Dibanding make up yang hanya menutupi kekurangan wajah, saya lebih tertarik dengan konsep skincare yang memperbaiki dan merawat kulit wajah. Katanya sih kalau rutin melakukan ini setiap hari bakalan kinclong, kulit mukanya jadi cerah cemerlang dan kenyal2 macam jelly. Malah targetnya ga perlu pake make up lagi, biar aura wajah cemerlang yang keluar. mantaph!
 
Skincare product yang saya pakai ini sih ga selengkap aturan step skincare ala korea yang aslinya ya. Reviewnya juga belum ada apa-apanya dibandingkan para beauty blogger kondyang yang lebih mumpuni jam terbangnya. Ini murni berdasarkan pengalaman pribadi karna saya cukup puas ya sama hasilnya, setidaknya bikin kulit muka saya ga kering lagi.

 



1. First cleanser - The Duo Dynamic VIVA
Udah pada taulah ya kekuatan ajaib si duo viva ini. Dari dulu sih saya selalu pakai ini karna terbukti menghapus riasan make up hingga tuntas. Walaupun setelahnya agak oily, tapi rasa lengketnya bisa hilang setelah dibasuh air (wudu) *edisisolehah*.

Untuk menghapus riasan mata, saya pakai etude eye makeup remover.

Verdict : untuk travelling ga praktis sih harus bawa dua botol, tapi untuk sehari2 tentu saja bakalan beli lagi, karna murmer.
 

2. Second cleanser - Eucerin ph 5 (Lupa difoto)
Udah lama pake ini, beli di watsons $2. Murah ya. Selama ini pakai ga ada komplen sih, tapi klo cuma pake ini tanpa step 1 rasanya kurang bersih. Dan setelah pake berasa licin dan ga keset.

Verdict : Mungkin bakalan beli lagi sih karna paling murmer dibanding cetaphil.


3. Pre serum/booster : SKII FTE
Bertahun2 udah pakai ini sih, jadi suka karna terbiasa ya.. Hahaha.. Selama ini sih ga pernah breaksout atau purging. Pakainya cukup dua tetes di telapak tangan, gosok2, teken2 pipi dan seluruh muka.

Verdict: bagus, tapi harganya paling mahal dibanding produk skincare lain yg kupakai. mungkin mo ganti dengan serum lain yang harganya lebih bersahabat.


4. Hydrating Toner : Innisfree Greentea moisture skin.
Ini enak banget! Teksturnya seperti air, ringan. Pas dipakai diwajah gampang ngeratainnya dan langsung nyes efek coolingnya. Cepat nyerap juga, jadi ga perlu nunggu waktu lama ke step berikutnya. Wanginya lembut menyegarkan.

Verdict : Puas dan bakalan beli lagi. Apalagi produk innisfree ini free dari paraben dan animal material jadi beneran aman dipakai dikulit. 

5. Serum : Bio essence birds nest serum/Andalou tumeric + Vit C
Klo pagi pake Andalou, kalo malam pake bio essence.
Apa bedanya? Emh.. Karna Andalou ada vit C nya, kalau malam keburu ngantuk mesti nungguin jeda 40 menit untuk step berikutnya. Udah lama sih pake andalou ini sebelum ngikutin step ala korea, efeknya beneran bisa brightening dan firming kulit muka. Sejauh ini sih puas ya dan ini udah mau botol ketiga.
Sementara Bio Essence birds nest serum ini sepertinya tidak begitu ada efek yang siginifikan, jadi mau coba yang lain aja.
 
6. Emulsions/Lotion : Innisfree olive real skin lotion
Satu lagi dari innisfree. I love their product. Murah dan bermutu. Ini teksturnya lebih creamy dan lengket. Jangan dipake di pagi hari ya, karna mukanya jadi oily banget nantinya. Tapi kalau dipakai malam, pagi harinya kulit beneran jadi kenyal2 dan melembabkan kulit muka saya yang kering.

Wanginya lembut menyegarkan, dan ga bikin pusing. Another reason why i love innisfree. Ga seperti Kiehls yang bau kimianya sangat tajam.
 
Satu kekurangannya adalah bentuk kemasannya. Dengan bentuk botol berleher bebek seperti sambal botol mie ayam, agak kurang praktis setiap mo pakai harus kocok2 botol dulu. 
 
Sejak pakai ini sih spot2 kering di muka ga muncul lagi. Artinya sukses melembabkan kulit?
 
 
7. Cream :
Day : SKII stempower. Sudah bertahun2 pakai ini sih jadi mau nerusin aja, lumayan bisa menutupi kekeringan kulit sebelum mengenal Innisfree Olive Real Lotion.

Night : Bio essence birds nest + peptisde cream ini di kulit jg langsung menimbulkan efek cooling, dan meratakan uneven tone di wajah. Saya sempet bikin percobaan, selama 5 hari olesin bio essence cream ini di punggung tangan kiri. Hasilnya, spot2 hitam menghilang, warna kulit lebih cerah dan wringklesnya menghalus dibanding tangan kiri.

Verdict : Love it, dan harganya jauhh lebih murah dibanding SKII
 

8. Sleeping mask
Etude Moistfull Sleeping Pack.
Teksturnya ringan, ada efek cooling menyegarkan ketika dipakai dan langsung menyerap ke kulit. Wanginya juga lembut ga bikin campur aduk ketika dipakai bersamaan dengan produk lain. Pagi2 kulit muka beneran langsung kenyel2 dan pori2 muka mengecil.
Pakai ini karna pas dapat free sample dari GE Run. Sejauh ini sih puas ya sama hasilnya mungkin karna produk ini cocok untuk dry and extra dry skin, jadi bakalan beli lagi.

Kosrex Overnight Rice
Berhubung banyak yang review bagus saya coba pesen online. Hasilnya; Ga ada efek cooling seperti etude, creamy, pagi2 ga ada perubahan wow, dan pori2 ga menutup sempurna. Dua hari pake ini malah nongol jerawat nasi sebijik. Padahal biasanya ga pernah jerawatan paling bruntusan.. huhuhu.. Apakah ini akibat aku terlalu banyak mengkonsumsi nasi? Selain nasi sepiring penuh saat makan malam maksudnya.


Loh ko cuma 8 steps bukan 11? Ketauan kan saya beauty blogger KW 12. Saya skip exfoliating toner, ampoule, dan facial oil. Bukan apa2 sih, masih nyari2 yang cocok untuk kebutuhan dompet kulit wajah dulu.

Lagi penasaran dengan Ampoule bekicot yang katanya mujarab memperlambat aging. Masih nunggu paket scinic snail all in one dari US, yang tak datang2 walau sudah tiga minggu. *nangis* Satu2 dulu ya, kumpulin duit di selipan korset.

Oh ya, udah pake segambreng produk skincare di malam hari kalau paginya ga pakai sunblock sama aja boong. Spruten mah bakalan tetap ada. Jadi untuk sehari2 saya selalu pake sunblock Shiseido spf 50 dan Biore Aqua water yang waterproof khusus lari/berenang.
 
 
Tanya :
+ Apakah setelah rutin melaksanakan skincare ala korea ini wajah jadi lembut bercahaya,  terlihat awet muda dan seperti gadis 20 tahun?
 
Jawaban ala Mamah Dedeh:
- Yah kalau tidak disertai air wudu dan hati yang bersih sih tetap aja suram mukanya.
 
Jawaban ala Mamah Dessy :
-Buat saya sih yang paling kentara dibagian spot2 kering udah menghilang, garis mulut dan sekitar mata memudar dan pori2 muka mengecil. Begini aja saya sudah bahagia loh. Tapi kalau mau putih mengkilap seperti artis korea mending pake makeup plus aja, bisa bening bercahaya secara instan.
 
 
Sudah ya, sekian dan terima kasih. Kembali ngebahas hal-hal domestik aja yok.

Thursday, January 14, 2016

Never Too Late To Write The 1st Post in 2016

WOW!!!

It's 2016 already!

Saatnya bikin RESOLUSI baru!

Eeerrr.. resolusi apa? Yang tahun kemarin aja gak tuntas. Misalnya awal2 tahun rajin banget bikin overnight oats, lalu terdistraksi dengan hal ini itu, buah yang belum  beli lah, chia seedsnya yang abis lah, lalu mencari alasan pembenaran dan akhirnya udah lupa. Sudah ngerasa sehat berdasarkan body fat report dari medical check up tahunan.

Sudah berganti tahun dan blog ini masih aja sepi, pemiliknya masih aja malas update postingan. Mana itu yang dulu yang bilang bakalan rajin update? Nyatanya kalau didepan laptop lebih sering buka online shop dibanding nengokin blog.

Lagipula udah tanggal 14 Januari baru grasak grusuk bikin resolusi. Dari dulu kemana aja mbak?

Setelah tahun 2015 kemarin yang penuh drama, sempet ditipu orang yang besarnya bisa buat umroh berdua, full month holiday (Alhamdulillah) dan banyak...banyaaaak banget perpisahan yang mengharukan. Pikiran dan emosi saya sempat tersita luar biasa gara-gara itu. Padahal dasarnya orangnya cuek, (tapi diam-diam perhatian nih ye) tapi ga pernah suka dengan yang namanya perpisahan. Belum lagi saya banyak berkontemplasi dengan diri sendiri untuk keputusan besar yang akan saya ambil kedepannya.

Jadi mau bikin resolusi apa? Bagusnya lagi ga kepengen apa-apa juga. Justru seperti yang saya inginkan saat ini, want less give more. Saya lagi pengen less ambisius untuk mencapai ini itu. Kondisi saya saat ini juga masih di grey area, jadi jalanin aja apa yang ada di depan mata dulu.