Monday, November 12, 2018

Menginap di Praha : Apartemen Residence Pinkas Prague (Review)

Liburan udah hampir setahun lalu baru tergerak untuk nulis review sekarang.Sekali-kali isi blog ini hal yang agak berfaedah. Kali ini mau review penginapan kita di Praha, siapa tau ada yang mau jalan2 ke kota cantik ini. 

Di Praha kami memilih stay di apartemen, alasannya supaya bisa nyuci dan masak! Setelah browsing2 mostly di booking.com, aku memutuskan untuk booked di Residence Pinkas Prague yang dengan pembayaran on the spot. Residence Pinkas Prague memiliki beberapa unit apartemen dalam satu gedung. Karena kami ber-enam, kami memilih 1 unit apartemen dengan 2 kamar. Kirain kecil ya ternyata..guede apartemennya bahkan ada 2 tingkat. Tingkat 1 toilet dan kamar mandi, dapur, ruang tv dan tempat tidur double bed. Di lantai 2 hanya ada 2 tempat tidur single dan 1double bed. 

Dapurnya juga lengkap banget, segala panci, microwave, peralatan makan, sampai bumbu dapur aja ada. Puas banget mamah dan tante masak2 disini. Hanya saja toilet cuma 1 terpisah dari kamar mandi yg ada bath tub dan mesin cuci, tapi itu gak terlalu masalah buat kami sih. 

Cari apartemen ini agak susah2 gampang, karna bangunannya hanya gedung2 apartemen. Aku sampai harus turun dari mobil untuk nyari petunjuknya yang ternyata cuma tulisan kecil didepan pintu. Untung ownernya bisa ditelpon, dan langsung dibukain pintu gerbangnya yang menuju parkiran. Sebelumnya kami memang sudah email untuk reservasi tempat parkirnya. 
Disini pun ada masalah lagi, karna pintu gerbangnya gak terlalu besar jadi sangat mepet dengan mobil sewaan kami. Arief jadi agak kagok pas masuk parkiran sementara mobil2 dibelakang sudah antri panjang mau lewatin jalannya yang hanya satu jalur. Sampai degdegan dan keringetan markir mobil, takut mobil sewaan lecet. 😣
 
Ketika urusan parkir beres dan Arief unloading baggage, aku ngurus proses check in-nya. Lumayan cepet kok, hanya saja pada saat itu baru ketauan lah kalau ternyata unit apartemen kami ada di lantai 3 dan bangunan itu tanpa lift! Langsung kepikiran tante dan nyokap yang sudah sepuh mesti naik 3 lantai! Huhuhuhu.jadi merasa bersalah banget. Ownernya baik sih liat koper kita banyak, dia ngebawain sampe pintu unit kita. Ternyata setelah kubaca2 lagi memang rata2 apartemen di Praha tidak punya lift karena mempertahankan struktur bangunan mereka yang sudah beratus-ratus tahun. 
Oh well.. sama juga sih dengan  kondisi rata2 apartemen seluruh Eropa. 


ruang tamu dan tv

kamar tidur atas


Apartemen ini lokasinya strategis banget, deket sama halte tram dan stasiun.  Berhubung kami sampainya jam 4 sore dan sudah mulai gelap karna winter, sisa hari itu kami gak kemana2. Aku dan Arief cuma keluar sebentar beli pastry dan kue2an di bakery depan apertemen, dan ngecek toko halal di blok sebelah. Sebelumnya gak sengaja lihat toko halal ini pas lagi nyari2 apartemen, sekalian deh mampir. Ternyata ownernya india muslim yang jualannya cukup lengkap, dari daging kambing sampai ayam, bumbu2 dapur halal ada. Enaknya di Prague ini harganya juga murah2. Mumpung apartemen juga ada dapur kami langsung belanja cukup banyak untuk persediaan ransum makanan. huehehhe...

Di depan apartemen ini ada toko suvenir yang lumayan dan jual permen canabis. huehehehe.. ternyata hampir semua toko2 disini bisa bebas jual permen/snack canabis. 

Overall cukup puas sih di apartemen ini, karna tempatnya yg strategis dekat New Town dan apartemennya pun lengkap, rapih dan bersih. Kemana-mana deket, ada supermarket Tesco juga. Sayangnya parkiran cukup mahal, kami harus membayar 20 euro/day. Ownernya sempat menawarkan tempat parkir lain yang lebih murah, tapi berada beberapa blok dari apartemen yang kami tempati jadi kami menolak opsi itu. 



Kids with HP, Yay or Nay?

We made a huge decision yesterday! We decided to give Keisha her own Hp.

She's been asking for her own hp since last year but we still refused to give her. Karna menurut kami yah ngapain sih anak SD pake hp, ntar aja SMA atau SMP lah. Tapi anaknya kan persistent, pantang menyerah,, bisa aja alasannya minta buat kado ultah lah, kado lebaran lah...anything. Dan jawaban kami selama ini selalu no, belum perlu. karna kami tau alasan dia minta hp cuma untuk main games.

Tapi setahun belakangan ini aktifitas dia makin banyak, aku juga ngerasa makin butuh buat komunikasi sama dia. Apalagi tu anak lupa mulu bawa dompet buat ngabarin dari telpon koinan. Sampai sering mesti pinjam hp temennya lah atau pinjam telpon tempat kursusnya.

Biarpun gitu tetep sih belum kami kasih hp. Kami sempet berapa kali ngetes tanggung jawabnya dia pake hp bekas neneknya yang sering ngehang. 😁 Bersyukur juga di sekolahnya sudah diajarkan tentang Cyber Wellness, di rumah kami bisa banyak diskusi tentang itu, tentang penggunaan hp secara bijak dan penggunaan sosial media. (she understand too not reveal her personal information in social media platform). Untuk games jga untungnya dia ga suka main Roblox. (fyi, di roblox sudah dibanned di beberapa sekolah singapur ya)

Ok... seems like she's ready enough? Well, we think so. Tapi tentu saja gak segampang itu kami ngasih hp nya. 😈

Kebetulan semester 1 kemarin dia lagi jeblok banget nilai sciencenya. Kesempatan deh aku bilang aja, "If you really want your own hp, you have to earn it. I will give you Hp only if you can show improvement in your end year report for all subjects."
Ini jebakan batman banget sih..hihihi... Awalnya gw malah sangsi dia bisa lebih baik nilainya, waktu semester kemarin aja gw berantem mulu nyuruh dia belajar, makanya nilai science turun.

Ternyata..aku meremehkan anak sendiri, saudara-saudara. Setelah minggu ujian berakhir, suatu hari pulang sekolah dia dengan muka bahagia ngasih result paper test dengan nilai 90an semua dan bilang "Mom, you owe me HP". Sementara aku hanya bisa tertawa kecut. Rasakno sih.. ngasih janji ketinggian.
Kayanya dia belajar keras deh di sekolah (padahal dirumah jga main2 aja). Bahkan nilai mother tonguenya tertinggi se angkatan. Terbukti pas ngambil report booknya semua subject di Band 1. Bahkan wali kelasnya sampai kaget ketika gw ceritain Keisha ga ikut les matpel apa2.

Baiklah.. janji adalah janji walau pahit. Menjelang kenaikan kelas 5 Keisha dapat hp pertamanya. Of course she asked for Iphone karna beberapa temannya ada yg pake. Tentu saja gw jawab, "kerja dulu baru beli iphone sendiri". Life is hard dear.. 😝 Ini aja klo bisa gw kasih Nokia, cuma sayang ga masuk singapur.

Tentu saja bakal ada rules untuk penggunaan HP dan gw ga segan2 untuk mengambil kembali hpnya kalau dia melanggar peraturan2 itu. Ini siapa tau ada yang butuh, atau kira2 ada yg punya rules penggunaan hp untuk anak boleh dong dishare juga.






Monday, September 24, 2018

My Top 5 Dream Holiday Destinations

Senin siang gini harusnya ngerapihin time frame, bikin review untuk program tour kerjaan. Tapi kok kurang mood yah kalau yang berangkat jalan-jalan bukan kita sendiri. huehehhe... Jadinya malah ngayal rencana liburan sendiri. Walau berangkatnya entah kapan karena sekarang kami lagi super bokek, tapi bermimpi boleh dong. Siapa tau dapat bonus10 kali lipat lagi. πŸ˜†

1. LONDON & UK

Highlight :
WB Studio dong untuk lihat Harry Potter Themed Park tentunya!
Lalu lanjut road trip di UK
Stonehenge - Bath - Cotswolds - Oxford - Edinburgh - Belfast


2. Belanda

Sudah bosan sih dengan Amsterdamnya. (lalu dilempar netizen), Tapi pengen kesana lagi karna masih penasaran sama Eftelin dan Giethorn. Pas kemarin kesana padahal sudah masuk itinerary  karna cuacanya very bad sementara dua tempat itu outdoor sekali. Semoga bisa kesana lagi pas sommer jadi bisa kesampaian ke kota2 itu. Walau katanya suasana di Efteling lebih charming ketika winter sih.

Berapa lama : 2 minggu dong, sisanya keluar masuk supermarket beli diskonan sosis dan keju.

3. New Zealand

Ya Allah.. kapan harga tiket ke NZ bisa lebih bersahabat di kantong? Dari 7 tahun lalu sampai sekarang belum kesampaian juga ke NZ saking tidak terjangkaunya harga tiket. Berhubung sini kalo liburan wajib bawa dua krucils makin tak terjangkau saja tiketnya.
Tapi kan ini lagi ngayal time kan ya, seandainya dapat duit 1eyM, pengen road  trip dr south to north island. Tapi seandainya that #crazyrichsurabayan baca blog ini dan tergerak hatinya mendengar jeritan kaum paria lalu tiba2 ngasih duit 500jeti buat driving keliling south island pun aku sudah bahagiaaa..
Itinerary road tripnya kurang lebih begini (visioner sekali, belum ada duit tapi sudah punya itin) :
Christchurch - Kaikoura (for dolphin watching) - Wanaka - Queenstown - Milford Sound - Lake Tekapo - Mt Cook

Berapa lama : 2 - 3 minggu. Baru pulang kalau persediaan indomie habis.

4. Spain

Highlight : Al Hambra - Granada - Barcelona
Tentu saja kesini untuk wisata sejarah.

5. Flores - Sumba
Penasaran banget sama lautnya! Pengen naik private cruise keliling Labuan Bajo,  trus ke Waerebo, lanjut Ende. Seminggu cukup lah ya..
Tapi kok setelah dihitung-hitung budgetnya sama kaya liburan ke Maldives. Sudah rencana ini itu apa boleh buat lagi-lagi tertampar oleh kenyataan saldo rekening.

Baiklah cukup khayalan babunya. Siap2 setengah jam lagi harus anter anak les.


Tuesday, July 31, 2018

Volunteer Duty - 31 July 2018

Today is my first time I gave an extra math lesson for some Primary 1 students in Keisha's school. No, is not like real teacher, but it's kind of booster lessons in a small group for needed students.
Well if you are a member of the parent support group in your children school, you volunteered something like this.

Two years ago I did same things but for P6 students. Which is more challenging. I quit after a few months cause I didn't want to ruin their future. But I guess I can help for P1 math, you only need them to count until 40. Besides is only an hour and most of the time I have no particular things to do on Tuesday afternoon while Keisha and Alea at school.  

I have 3 little cute students in my group. I can't help wondering that the next two year Alea will wear the same uniform. One cute girl with chubby cheeks, I have to resist myself from squeeze her cheeks. Anyway she can do addition and subtraction very fast and was the first finished the paperwork. The other girl is too shy and keep silent until I ask her problem. She's quite good actually only too shy, I have to sit closer to her, so I can hear what she say. The only boy in my group is the slowest but I'm sure he will get better. 

Meanwhile I checked the progress of our house renovation and found some fault has done by the electrician. They put the single socket for our bedside table so high. I took a pic and sent to our ID. Hope they can fix it.






Thursday, April 19, 2018

MENUJU RUMAH IDAMAN (bag:1)

Akhirnya setelah hampir 9 tahun menetap di Singapura kami dapat lampu hijau juga untuk beli rumah disini. Salah satu syarat untuk membeli rumah pemerintah atau HDB harus minimal sudah jadi Permanent Resident, sementara kami baru apply PR 3 tahun 2015 kemarin. Sebenarnya untuk apply PR Singapura bisa dilakukan setelah setahun atau min 6 bulan bekerja disini,  tapi karena waktu itu Arief masih terikat kontrak kerja di KBRI yang ga support untuk revert PR jadi yah gak kepikiran. Baru pas pindah kerja kami langsung apply PR. Kebetulan banget di tahun kita apply PR berlaku aturan baru pembelian rumah, yaitu semua PR harus menunggu min 3 tahun untuk beli pengajuan rumah HDB. Bhaique....

Dan ketika teman2 yang lain sudah punya rumah sendiri, kami masih aja pindah-pindah kontrakan. hahaha... pedih qaqaaa bayar sewa rumah yang perbulannya bisa buat beli motor sebiji. Setahun bisa punya pangkalan gojek.

Tiap bulan bolak balik nengok website HDB buat ngecek eligibilitas kami, padahal udah pasti jawabannya ga bisa tapi tetep halu berharap, siapa tau systemnya error ye kan.

Well, akhirnya setelah penantian panjang, di bulan Februari kemarin kami eligible juga untuk apply pembelian HDB. Langsung deh masukin data2 kami berdua di website HDB.  Lalu keluar deh list HDB resale flat di daerah yang kami inginkan. Ohya, . Citizen bisa membeli flat baru, sementara PR hanya bisa beli resale flat dan sayangnya di daerah yang kami mau sudah mature estate yang bangunannya mostly diatas 25 tahun semua.

Walaupun prosedur pembelian resale flat di singapura lumayan berliku-liku. Akoh kaget pas liat step2nya, ga sesimpel di Indonesia asal punya duit bayar, (pengalaman beli/jual rumah tinggal tanda tangan beres). Tapi untungnya di website HDB sudah sangat jelas dikasih tau langkah dan prosesnya dari A-Z. Kami jadi agak lumayan pede nga hire agent buat ngedampingin kita, baca : gw sih yang sok yakin (padahal Arief udah bolakbalik nanya "kita perlu hubungin agent ga buat dibantuin?" dan sok ditolak).
Padahal aslinya sempet stress juga tuh yang berujung gatel2, hahahha.. Bolak balik gangguin Niken buat nanya ini itu. Untung belio sabarnya seluas samudra jadi gw gangguin di jam-jam aneh dengan rentetan pertanyaan juga dijawab. hahhaa..

Proses yang paling melelahkan menurut gw justru pas nyari rumah idaman. Hampir tiap hari selama 3 minggu kami hunting rumah, dalam sehari bahkan bisa viewing 4-5 rumah. Capek sekaligus seru. Selalu degdegan dengan rumah yang akan dikunjungin apalagi kalau di fotonya terlihat bagus. Paling seneng kalau rumahnya sudah renovasi dan bersih, tapi pernah juga sih visit rumah yang lantainya aja lengket, ngecek kamar mandinya aja gw sampe merem.  Kalau udah gitu 10 menit langsung kabur dari rumahnya. Saran gw sih kalau mo liat rumah yang ada fotonya jadi ga kaget banget pas lihat aslinya. Oh sama satu lagi yang bikin sebel sih, pas kontak agen seller belum apa-apa udah ditanya berapa budgetnya dan udah cek bank loan atau belum. Kan KZL. Gw bales ketus dan langsung gw coret rumahnya.

Prioritas pencarian rumah kami pertama lokasi! Lokasi yang harus dekat dengan sekolah anak-anak dan ga terlalu jauh dari jalan raya. Terutama Keisha yang udah betah di sekolahnya dan jadwalnya makin padat yang aktifitas sekolah bisa dari jam 7 pagi sampai 5 sore. Kasian juga kalau harus menempuh perjalanan jauh dari rumah - sekolah. Gw masih belum bisa ngelepas Keisha naik bis sendiri, maklum disini ga ada supir, ojek, atau support system. Apa-apa ya dikerjain semua sendiri.
Prioritas kedua, harus di corner, karena lebih private gak ada orang jualan atau bolak balik melewati rumah. Pengalaman dulu sewa rumah di koridor. Tiap hari ada aja yang nengok jendela nawarin asuransi lah, nawarin kalender, yakult sampe kerupuk. Rame bener yah. hahaha.
Prioritas ketiga, posisi rumah bukan di low level, tapi juga ga tinggi-tinggi amat. Pernah viewing rumah di lantai paling atas. Bagus, tapi pas aku melongok ke jendela langsung berkunang-kunang saiah.
Yang terakhir, rumah harus airy, breezy, and has enough sunlight. Aku suka rumah yang natural lightnya bagus, jadi ga perlu nyalain lampu siang-siang dan rumah yang berangin jadi ga perlu pasang ac sepanjang hari.


Lanjut lagi ceritanya nanti ya.

Wednesday, January 24, 2018

Seberapa Pentingnya 'Daily Schedule' untuk Anak

Hello, 2018!

Awal tahun buat gw berarti kembali lagi dengan rutinitas. Welcome #domesticlyfe. Setelah sebulan lebih anak-anak libur sekolah, bisa bangun agak siang, time for family bonding, bisa bobok siang...aaah lyfee. January kembali dengan nyiapin keperluan anak2, nyusun menu 4 sehat 5 sempurna, nganter anak les dan nemenin anak belajar, pokoknya mommies duties lah. 

Sebulan libur tanpa nyentuh buku pelajaran efek brain freezenya malah keterusan ya. Susaaaah banget nyuruh Keisha belajar selama 1-2 minggu pertama. Padahal peer nya udah ada tapi mesti deh kesel2an dulu dan gw mesti narik urat untuk nyuruh dia mulai ngerjain. Mana jadwal after schoolnya jadi berubah juga tahun ini. Karna dia bakal ikut competition dan performance jadwal CCA nya jadi dua hari. Belum lagi dia terpilih ikut di science program, jadi mesti ngubah semua jadwal tuition les dia diluar sekolah. Berasa ribet karna otak santai gw ikutan kaget sama jadwal anak2. hahahha..

Sampai akhirnya gw bikin buat Daily Timetable buat Keisha. Simple banget sih isinya cuma jadwal sekolah-les-hw time. Tampilannya juga cenderung plain, gw bikin pake karton bekas yang ada dirumah dan stiker2 doang. Asli gak meriah sama sekali karna gw kan gak artsy orangnya. Standar banget lah, tapi setelah bikin ini rasanya jadi mudaaah banget hidup gw. 

Yang dulunya gw nyuruh keisha bikin peer bisa sampe ngingetin 5 kali, dari nada datar hingga tinggi 7 oktaf baru anaknya bergerak itu juga sambil ngedumel. Sekarang gw ga perlu lagi ngingetin keisha bikin Peer. Dia tinggal liat di timetablenya aja kapan jadwal ngerjain peer, kalau udah pas di jam-nya dia ambil buku peernya dan langsung ngerjain sendiri, without i have to yell!! (ketauan ya gw ngomel2 mulu) *masukin tanduk lagi*





Biarpun gak cantik dan serapih ala-ala pinterest, ala kadarnya sesuai dengan gw yg tidak artistik, tapi manfaatnya Gan.*kasih simbol 'Ntap!'* Emang anak2 gitu kali ya mesti dikasih rutinitas, dikasih rule malah bisa sadar dengan sendiri.

Ini jga gw mulai kasih house chores ke keisha cuma yg simple banget sih. Hal2 kecil yang harusnya dia udah bisa ngerjain sendiri seperti ngelipet mukena dengan rapih setiap habis solat. Biasanya dia gulung2 doang taruh meja. *rollingeyes* Gw sengaja gak nyuruh macem-macem dulu karna kasian juga tiap hari udah capek dengan tugas sekolahnya. Bisa ngelipet mukena dengan rapih juga gw cukup hepi. 

Eniwei ini bukan pertama kalinya sih bikin schedule begini. Tahun lalu dan tahun sebelumnya gw juga selalu bikin time table gini sih, tapi lebih simple cuma di kertas A4. Gak ciamik lah. Itu juga lumayan bikin gw dan dia teratur jadwalnya. Hanya yang sekarang lebih detail dan gw juga melibatkan keisha untuk bikin jadwalnya jadi anaknya ikutan excited dan merasa bertanggung jawab dengan apa yg dia tulis. 

Kelar bikin jadwal Keisha eh adeknya ngiri minta dibikinin juga. Jadilah bikin versi toddlernya. 

yang penting anaknya hepi. udah.


Dan komentar Keisha adalah : "So good she doesnt need to do homework!"HAHAHA...Mohon maklum dengan gambar yg setara anak TK. Drawing is not really my thing. 

Ooh.. last but not least. Gw juga bikin schedule untuk diri sendiri. Setelah bertahun-tahun selalu bikin resolusi yang pada kenyataannya biasanya hanya terlaksana di 3 bulan pertama,  Tahun ini gw mengubah resolusi dengan Daily Habit Tracker karna lebih spesifik dengan apa yang gw mau. 
Nope gw gak beli bullet journal atau planner apapun. Soalnya yang kebanyakan dijual toko gak sesuai dengan apa yang gw inginkan. Jadi ya gw handmade lagi. Banyak kok contohnya di pinterest dan  bisa disesuaikan dengan kebiasaan baik apa yang kita ingin rutinkan.

Kalo gw misalnya dari segi kesehatan pengen rutin tiap hari makan buah karna selama ini gw malessss banget makan karna mesti ngupas dulu. Hahaha.. Sama jadwal tidur gw yg ngaco banget selalu di atas jam 12. Ga heran mata gw semakin kaya panda. Sekarang gw berusaha ngubah kebiasaan dengan tidur dibawah jam 11 malam.
Apalagi yaa ooh..iya gw pengen nyempetin baca buku dan pengen belajar main piano dengan latihan tiap hari misalnya. Something simple like that, yang kalau ga diingetin, gak ditulis gede2 di dinding dan gak terbaca ya gw bisa lupa. Semoga beneran bisa bertahan sampe akhir tahun. Bring it on 2018!!